ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jika Moeldoko Sadar Telah Keliru, AHY Sebut Siap Memaafkan

Senin, 8 Maret 2021 | 21:48 WIB
CP
CP
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: PAAT
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengepalkan tangannya sesaat sebelum menyampaikan keterangan kepada wartawan usai rapat dengan Ketua DPD Partai Demokrat se-Indonesia terkait Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat, Jakarta, Minggu, 7 Maret 2021. Dari hasil rapat tersebut seluruh Ketua DPD Demokrat di 34 Provinsi menolak KLB yang berlangsung di Deli Serdang, Sumatera Utara dan tetap mendukung AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengepalkan tangannya sesaat sebelum menyampaikan keterangan kepada wartawan usai rapat dengan Ketua DPD Partai Demokrat se-Indonesia terkait Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat, Jakarta, Minggu, 7 Maret 2021. Dari hasil rapat tersebut seluruh Ketua DPD Demokrat di 34 Provinsi menolak KLB yang berlangsung di Deli Serdang, Sumatera Utara dan tetap mendukung AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan memaafkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko jika menyadari telah melakukan kekeliruan. Hal itu terkait pengambilalihan kepemimpinan di PD oleh Moeldoko.

"Secara pribadi saya tidak ada masalah dengan beliau (Moeldoko), tetapi jujur yang membuat saya kecewa, karena suka atau tidak suka beliau terlibat dalam gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat," ucap AHY di kantor DPP PD, Jakarta, Senin (8/3/2021).

Seperti diberitakan, Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar segelintir kader dan mantan kader PD, menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum. AHY mengaku tetap menghormati Moeldoko yang pernah menjadi panglima TNI.

"Tetapi sebagai manusia biasa, tentu kita semua ada kurang dan salah-salahnya. Untuk itu, apabila beliau menyadari kekeliruannya, saya pribadi tentu memaafkannya. Sebagai mantan prajurit dan beliau mantan panglima, saya tetap hormat, itulah tradisi keprajuritan yang kami junjung tinggi di militer, one a soldier always a soldier," tutur AHY.

ADVERTISEMENT

Meski begitu, menurut AHY, langkah yang diambil Moeldoko telah menyakiti hati segenap kader PD di seluruh Indonesia.

"Tetapi kami bermohon kebesaran hati, untuk bisa menyadari, bahwa apa yang telah terjadi dan apa yang dilakukannya memang telah menyakiti ratusan ribu, bahkan jutaan kader dan simpatisan Partai Demokrat," imbuh AHY.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pemerintah Kaji 15 Segmen Giant Sea Wall Pantura

Pemerintah Kaji 15 Segmen Giant Sea Wall Pantura

EKONOMI
Pemerintah Bakal Benahi 76 Pelintasan Seusai Kecelakaan KRL Bekasi

Pemerintah Bakal Benahi 76 Pelintasan Seusai Kecelakaan KRL Bekasi

NASIONAL
AHY: Giant Sea Wall Bisa Selamatkan Puluhan Juta Warga di Pantura

AHY: Giant Sea Wall Bisa Selamatkan Puluhan Juta Warga di Pantura

NASIONAL
Menghadap Prabowo, AHY Lapor Tanggul Laut hingga Rehab Rekon Sumatera

Menghadap Prabowo, AHY Lapor Tanggul Laut hingga Rehab Rekon Sumatera

NASIONAL
AHY Wanti-wanti Kerugian Rp 6.396 T Jika Giant Sea Wall Tertunda

AHY Wanti-wanti Kerugian Rp 6.396 T Jika Giant Sea Wall Tertunda

EKONOMI
Kecelakaan di Jalur Kereta, Pemerintah Perkuat Keamanan di Pelintasan

Kecelakaan di Jalur Kereta, Pemerintah Perkuat Keamanan di Pelintasan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon