Geser PDIP, Gerindra Peringkat Pertama
Sabtu, 3 Juli 2021 | 18:25 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Partai Gerindra berhasil menempati peringkat pertama survei. Gerindra menggeser dominasi PDI Perjuangan (PDIP) dalam sejumlah survei tingkat elektabilitas. Berdasarkan hasil sruvei Voxpol Center Research and Consulting, elektabilitas Gerindra mencapai 27,9%, sedangkan PDIP 23%.
"Ada reposisi partai politik dimana dominasi PDI Perjuangan mulai digeser," kata Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago di Jakarta, Sabtu (3/7/2021).
Pada posisi ketiga dan keempat ditempati dua partai oposisi yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan perolehan sebesar 9,4% dan Partai Demokrat (7,8%). Posisi selanjutnya ditempati Partai Golkar (6,84%) dan Partai Kebangkitan Bangsa (4,98%).
"Enam partai di atas memenuhi ambang batas parlemen dan dipastikan akan lolos ke Senayan pada saat survei ini dilaksanakan," ujar Pangi.
Partai Nasdem, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN) terancam tidak lolos ke Senayan apabila gagal merebut hati pemilih. Elektabilitas Nasdem sebesar 2,3%, PPP (1,3%), dan PAN (0,9%). Diketahui, ambang batas partai politik (parpol) sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, sebesar 4%.
Survei digelar pada 22 Juni-1 Juli 2021 dengan pengambilan sampel menggunakan metode stratified random sampling. Jumlah sampel dalam survei adalah 1.200 dengan toleransi kesalahan plus minus 2,83% pada tingkat kepercayaan 95%. Survei ini menjangkau 34 provinsi dengan memperhatikan proporsionalitas antara jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap provinsi.
Elektabilitas Partai Perindo mencapai 1,3%, sedangkan Partai Hanura (0,8%), PSI (0,3%), PBB (0,3%), Partai Garuda (0,2%), Partai Ummat (0,2%), Partai Berkarya (0,1%), PKPI (0,1%) dan Partai Gelora(0,1%). Survei menemukan bahwa dari sisi kinerja pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, hanya 54,5% publik yang menyatakan puas.
"Angka ini menjadi lampu kuning bagi pemerintah untuk terus berbenah karena tingkat kepuasan saat ini terbilang masih belum cukup untuk mengatakan bahwa pemerintah sukses di mata publik. Jika tidak hati-hati tingkat kepuasan ini akan berdampak buruk bagi partai pengusung utama presiden Jokowi dalam hal ini PDI Perjuangan," kata Pangi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




