Wapres: Peningkatan Akses Air Minum dan Sanitasi Turunkan Prevalensi Stunting
Minggu, 27 Maret 2022 | 16:40 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyatakan, peningkatan akses air minum dan sanitasi menjadi prioritas untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting di Indonesia.
Pemerintah menargetkan, pada tahun 2024, akses rumah tangga terhadap air minum layak mencapai 100%, sedangkan akses rumah tangga terhadap sanitasi layak tercapai 90%.
Baca Juga: Anggaran Penanganan Stunting Capai Rp 25 Triliun, Begini Pengelolaannya
"Namun, tren kenaikan cakupan layanan keduanya dalam 3 tahun terakhir ini tidak signifikan, yaitu di bawah 3%," kata Wapres pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) secara virtual, Sabtu (26/3/2022).
Wapres mengatakan, saat ini, rumah tangga dengan akses air minum layak baru mencapai 90,7%, sedangkan akses terhadap sanitasi layak sekitar 80,2%. Sebab, ketersediaan air bersih dan sanitasi bagi ibu hamil, bayi, dan balita akan berdampak 70% pada upaya penanganan stunting.
"Kinerja kedua layanan itu perlu didorong secara intensif oleh semua pihak, termasuk HAKLI," ujarnya.
Lebih jauh, Wapres menyatakan, kemitraan berbagai pihak berperan strategis dalam upaya menurunkan prevalensi stunting dari 24,4% menjadi 14% pada tahun 2024. Kebijakan ini bertujuan untuk mewujudkan manusia Indonesia yang unggul bagi pembangunan dan kemajuan bangsa Indonesia yang berkelanjutan.
Baca Juga: Pandemi Covid-19 Jadi Kendala Percepatan Penurunan Angka Stunting
Wapres berharap agar Rakernas HAKLI mampu menjadi platform untuk mensinergikan program dan kapasitas HAKLI dalam upaya penurunan stunting.
"Saya optimistis, dengan kerja sama dan gotong royong di antara multiaktor, termasuk kalangan tokoh agama, insyaallah kita dapat menurunkan angka prevalensi stunting sesuai dengan target," kata Wapres.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




