ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mimpi Besar Menjadikan Kerinci dan Sungai Penuh sebagai Destinasi Wisata Kelas DuniaSumber: JambiLink.id

Jambi Link
Rabu, 13 Mei 2026 | 05:36 WIB
Mimpi Besar Menjadikan Kerinci dan Sungai Penuh sebagai Destinasi Wisata Kelas Dunia

Prof. Dr. H. Haryadi, S.E., M.M.S.Pakar Ekonomi | Guru Besar Ekonomi Universitas Jambi

Kerinci dan Sungai Penuh merupakan salah satu kawasan paling istimewa yang dimiliki Provinsi Jambi. Kawasan ini bukan hanya kaya akan keindahan alam, tetapi juga memiliki kekuatan budaya, kesejukan iklim pegunungan, serta kekayaan ekologis yang sangat langka di Indonesia. Gunung Kerinci yang megah, Danau Kerinci yang eksotis, hamparan perkebunan teh Kayu Aro, kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), hingga sumber air panas alami yang tersebar di berbagai wilayah merupakan modal besar yang sesungguhnya mampu menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wisata kelas dunia. Namun hingga hari ini, potensi besar tersebut masih lebih sering menjadi kekaguman lokal daripada kekuatan ekonomi global yang benar-benar memberikan dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat.

Sesungguhnya Kerinci dan Sungai Penuh memiliki identitas wisata yang sangat kuat untuk dibangun sebagai “The Highland Paradise Above the Clouds of Sumatra”, “Surga Pegunungan di Atas Awan Sumatera”. Istilah ini bukan sekadar slogan promosi wisata, tetapi sebuah positioning strategis yang menggambarkan karakter utama kawasan ini. Hamparan lautan awan di kawasan pegunungan, udara dingin yang alami, panorama Gunung Kerinci, bentang perkebunan teh Kayu Aro, serta suasana ekologis yang tenang menghadirkan pengalaman visual dan emosional yang sangat berbeda dibanding banyak destinasi wisata lain di Indonesia. Dalam era pariwisata digital saat ini, kekuatan visual seperti inilah yang memiliki daya tarik sangat besar dalam membangun brand image destinasi wisata. Wisatawan modern tidak lagi hanya mencari tempat untuk dikunjungi, tetapi mencari pengalaman yang unik, estetis, dan layak dibagikan di media sosial. Karena itu, konsep “The Highland Paradise Above the Clouds of Sumatra” sesungguhnya dapat menjadi identitas besar pariwisata Kerinci dan Sungai Penuh di tingkat nasional bahkan internasional.

Persoalan utama pariwisata Kerinci dan Sungai Penuh sesungguhnya bukan karena kurangnya objek wisata. Kawasan ini memiliki terlalu banyak keindahan. Persoalannya justru terletak pada bagaimana seluruh potensi tersebut dikelola menjadi identitas wisata yang kuat, modern, dan memiliki daya saing internasional. Selama ini pembangunan wisata daerah sering kali masih terjebak pada pola pembangunan fisik semata. Kita terlalu sibuk membangun gerbang wisata, spot foto, dan fasilitas dasar, tetapi belum cukup serius membangun brand image, pengalaman wisata, dan ekosistem ekonomi pariwisata yang terintegrasi. Padahal dalam industri pariwisata modern, wisatawan tidak lagi hanya mencari tempat yang indah, tetapi mencari pengalaman yang unik, emosional, dan layak untuk dibagikan kepada dunia.

Dalam konteks ekonomi global saat ini, sektor pariwisata telah berkembang menjadi industri strategis yang mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah secara luas. Pariwisata tidak hanya menghasilkan pendapatan dari kunjungan wisatawan, tetapi juga menghidupkan sektor perdagangan, UMKM, transportasi, ekonomi kreatif, kuliner, hingga sektor pertanian masyarakat lokal. Karena itu banyak negara menjadikan pariwisata sebagai instrumen utama pembangunan ekonomi kawasan. Thailand, misalnya, berhasil menjadikan sektor wisata sebagai salah satu penopang utama ekonomi nasional melalui integrasi budaya, hospitality, kuliner, dan promosi digital yang sangat kuat. Chiang Mai di Thailand Utara memiliki karakter yang sebenarnya cukup mirip dengan Kerinci: kawasan pegunungan, udara sejuk, budaya lokal yang kuat, dan wisata alam yang indah. Namun Chiang Mai mampu berkembang menjadi destinasi internasional karena pemerintah dan pelaku wisata sangat serius membangun city branding, kualitas pelayanan wisata, festival budaya, dan promosi digital secara konsisten.

Kerinci dan Sungai Penuh sesungguhnya memiliki potensi yang tidak kalah dibanding Chiang Mai. Bahkan dari sisi keaslian alam dan kekuatan ekologis, kawasan ini memiliki daya tarik yang sangat luar biasa. Namun dalam industri wisata modern, keindahan alam saja tidak cukup. Yang menentukan kemenangan sebuah destinasi adalah kemampuan membangun citra dan pengalaman wisata yang kuat di benak wisatawan. Karena itu Kerinci dan Sungai Penuh harus mulai membangun positioning yang jelas sebagai kawasan wisata pegunungan dan ekowisata kelas dunia. Kawasan ini tidak boleh hanya dikenal sebagai daerah yang “memiliki banyak objek wisata alam”, karena branding seperti itu terlalu umum dan tidak memiliki diferensiasi yang kuat. Kerinci dan Sungai Penuh harus dikenal dunia sebagai kawasan wisata pegunungan tropis yang menghadirkan pengalaman alam yang autentik, tenang, dan penuh ketakjuban.

Dalam teori pemasaran destinasi modern, wisatawan tidak lagi membeli tempat wisata, tetapi membeli pengalaman dan emosi. Karena itu konsep pembangunan wisata harus bergeser dari sekadar object tourism menuju experience tourism. Wisatawan yang datang ke Kerinci dan Sungai Penuh seharusnya tidak hanya melihat Gunung Kerinci atau Danau Kerinci, tetapi merasakan pengalaman menikmati sunrise di lautan awan, tinggal di homestay masyarakat adat, menikmati kopi asli Kerinci di tengah udara pegunungan, berjalan di hamparan perkebunan teh Kayu Aro, menikmati kuliner tradisional, hingga merasakan ketenangan hidup di kawasan pegunungan yang alami. Pengalaman seperti inilah yang saat ini dicari wisatawan dunia yang mulai jenuh dengan wisata perkotaan yang padat dan artifisial.



Salah satu potensi besar yang belum dikembangkan secara optimal adalah wisata geothermal dan air panas alami. Dalam perspektif ekonomi wisata modern, sektor ini memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi apabila dikelola secara profesional. New Zealand memberikan contoh yang sangat menarik melalui kawasan Rotorua yang terkenal di dunia karena wisata geothermal dan sumber air panas alaminya. Pemerintah New Zealand tidak hanya menjadikan air panas sebagai tempat wisata biasa, tetapi mengintegrasikannya dengan wellness tourism, spa tourism, budaya lokal Maori, dan ekowisata yang sangat kuat. Hari ini Rotorua berkembang menjadi salah satu destinasi wisata internasional yang memberikan kontribusi ekonomi besar bagi masyarakat lokal. Hotel tumbuh, UMKM berkembang, transportasi hidup, dan kawasan tersebut menjadi pusat ekonomi baru berbasis pariwisata.

Padahal jika dilihat secara objektif, Kerinci memiliki potensi geothermal yang tidak kalah menarik. Kawasan Semurup, Air Panas Sungai Medang dan Sungai Tutung, dan berbagai sumber air panas lainnya memiliki karakter yang sangat potensial dikembangkan menjadi wisata kesehatan dan relaksasi berbasis pegunungan. Persoalannya bukan pada kurangnya potensi, tetapi lemahnya visi pengembangan wisata kawasan. Kita masih terlalu sering melihat air panas sebagai objek wisata lokal biasa, padahal di negara lain sumber daya seperti ini telah berkembang menjadi industri wisata premium bernilai tinggi. Kerinci dan Sungai Penuh seharusnya mulai membangun konsep eco-wellness tourism yang mengintegrasikan wisata kesehatan, ketenangan alam, budaya lokal, dan keindahan pegunungan dalam satu ekosistem wisata modern.

Selain itu, pembangunan pariwisata kawasan juga harus didukung oleh strategi branding digital yang kuat. Dalam era media sosial saat ini, keputusan seseorang untuk berwisata lebih banyak dipengaruhi oleh TikTok, Instagram, YouTube, dan pengalaman wisatawan lain di ruang digital dibanding promosi formal pemerintah. Kajian Dr. Ferry Satria dalam disertasinya mengenai city branding, electronic word of mouth (e-WOM), dan destination image pada kawasan wisata Kota Sungai Penuh menunjukkan bahwa citra destinasi dan percakapan digital memiliki pengaruh besar terhadap minat wisatawan untuk berkunjung. Artinya, masa depan wisata Kerinci dan Sungai Penuh sangat ditentukan oleh kemampuan kawasan ini menciptakan pengalaman wisata yang viral dan dibicarakan secara positif di media sosial.

Karena itu pemerintah daerah harus mulai serius membangun digital tourism ecosystem. Promosi wisata tidak bisa lagi dilakukan dengan pendekatan birokratis konvensional. Pemerintah daerah harus aktif menggandeng influencer, travel vlogger, fotografer wisata, dan content creator untuk memperkuat branding kawasan. Selain itu, promosi wisata juga harus dibangun melalui digital storytelling yang kuat. Wisata tidak cukup dipromosikan dengan foto-foto indah, tetapi harus memiliki cerita yang menyentuh emosi wisatawan. Cerita tentang kopi Kerinci, budaya masyarakat adat, kehidupan petani teh, hingga kisah pendaki Gunung Kerinci dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun citra wisata kawasan.

Ke depan, Kerinci dan Sungai Penuh tidak boleh lagi hanya menjadi daerah yang indah untuk dikunjungi sesaat. Kawasan ini harus tumbuh menjadi brand wisata pegunungan kelas dunia yang hidup dalam ingatan wisatawan global. Untuk mencapai itu, dibutuhkan keberanian membangun visi besar, memperkuat tata kelola wisata, meningkatkan kualitas pelayanan, membangun ekonomi kreatif masyarakat, dan memperkuat branding digital secara serius. Karena dalam ekonomi modern, daerah yang menang bukanlah daerah yang paling kaya sumber daya alam, tetapi daerah yang paling mampu mengubah potensi menjadi pengalaman bernilai tinggi bagi dunia. Mimpi besar menjadikan Kerinci dan Sungai Penuh sebagai destinasi wisata kelas dunia bukanlah sesuatu yang mustahil. Potensinya sudah tersedia. Alamnya luar biasa. Budayanya sangat kuat. Sat ini yang dibutuhkan adalah keberanian berpikir besar dan keberanian membangun masa depan dengan cara yang lebih modern, kreatif, dan visioner. Karena sesungguhnya, Kerinci dan Sungai Penuh tidak kekurangan keindahan. Sesuatu yang masih kurang adalah keberanian menjadikannya mendunia sebagai “The Highland Paradise Above the Clouds of Sumatra”. Semoga mimpi besar itu menjadi kenyataan.

BACA SELENGKAPNYA

Mimpi Besar Menjadikan Kerinci dan Sungai Penuh sebagai Destinasi Wisata Kelas Dunia

Bagikan

BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI

Mengenal Kevin Warsh, Ketua Baru The Fed Pilihan Donald Trump

EKONOMI 6 menit yang lalu
2994130

60 Jemaah Haji Indonesia Dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi

NASIONAL 14 menit yang lalu
2994126

One Way Dihentikan, Kendaraan Menuju Puncak Bogor Kembali Padati Jalan

JAWA BARAT 18 menit yang lalu
2994125

Klarifikasi Rafael Nadal yang Disebut Bakal Jadi Presiden Real Madrid

SPORT 21 menit yang lalu
2994124

Pesan Tegas untuk Musuh! Iran Gelar Latihan Militer Besar-besaran Pakai Drone FPV

MULTIMEDIA 28 menit yang lalu
2994129

Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor

JAWA BARAT 35 menit yang lalu
2994123

Tolak Bangun Dapur MBG di Kampus, UMY Pilih Jadi Mitra Kajian

NASIONAL 37 menit yang lalu
2994122

Operasi Sledge Hammer: Cara Trump Lanjutkan Perang Lawan Iran Tanpa Izin Kongres?

MULTIMEDIA 43 menit yang lalu
2994128

200.000 Anak Terpapar Judol, DPR Desak Pemerintah Bertindak

NASIONAL 48 menit yang lalu
2994121

Bukan Oknum Suporter, Pembunuh Remaja di Karawang Ditangkap Polisi

JAWA BARAT 52 menit yang lalu
2994120
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon