Patron Minta Anas Jujur Ungkap Tabir Jaringan Korupsi

Jumat, 22 Maret 2013 | 09:54 WIB
RW
B
Penulis: Robertus Wardi | Editor: B1
Mantan Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta
Mantan Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta (Antara)

Jakarta - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum diminta bersikap jujur dalam membuka tabir jaringan korupsi yang melingkari partai berlambang mirip Mercedes tersebut. Sikap jujur dan terbuka dapat membantu mempercepat penyelesaian kasus yang dituduhkan kepadanya, sekaligus membersikan PD dari lilitan tuduhan korupsi.

"Anas harus memberikan keterangan akurat kepada KPK agar semua persoalan dapat terungkap dengan tuntas secara hukum," kata Ketua Umum Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Patriot Nasional (Patron) Brigjen TNI (Purn) Abdul Salam di Jakarta, Jumat (22/3).

Abdul Salam menjelaskan, Patron juga mendukung sikap politik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat untuk mengatasi serta melakukan pemberantasan korupsi dalam tubuh partai Demokrat. Selain itu, mereka juga mendukung sepenuhnya langkah KPK dalam memberantas korupsi. Mereka meminta KPK tetap teguh dan konsekuen memberantas korupsi di Indonesia karena korupsi merupakan kejahatan kemanusiaan yang menghancurkan kehidupan manusia sebagai sumber penyebab kemiskinan dan kebodohan.

"Koruptor yang sudah terbukti bersalah dan divonis oleh pengadilan agar dipaksa secara hukum untuk mengembalikan uang hasil korupsi. Penempatan narapidana korupsi dibuatkan rumah tahanan di sekitar daerah persawahan rakyat agar setiap hari dapat terjun ke sawah rakyat miskin untuk bekerja di sawah. Bila melarikan diri langsung ditembak saja," tegasnya.

Dia mengakui Patron tidak ada afiliasi ke partai politik apa pun. Patron merupakan ormas yang mandiri dan independen. Patron bergerak dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan mengamati masalah politik yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Kita ketahui bersama bahwa kejahatan ekonomi dan korupsi merupakan penyebab kemelaratan, kemiskinan, dan kebodohan rakyat dan bangsa Indonesia. Karena Patron sangat konsen dan mendukung kegiatan penegakan hukum dalam rangka pemberantasan korupsi di Indonesia," ujar Abdul Salam.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon