Pasca Pemendekan Holding Period, Lelang SBI Oversubscribed
Kamis, 19 September 2013 | 22:04 WIB
Jakarta - Setelah Bank Indonesia (BI) memperpendek minimum holding period (MHP) Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dari 6 bulan menjadi 1 bulan, lelang SBI mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed).
Dalam lelang yang dilakukan pada Kamis, 19 September 2013, BI menetapkan target indikatif sebesar Rp 3 triliun, namun penawaran yang masuk mencapai Rp 7,9 triliun.
"Kami memenangkan Rp 6 triliun dengan rata-rata tertimbang (rrt) SBI 9 bulan 6,96%," ujar Direktur Departemen Komunikasi BI Difi Ahmad Johansyah kepada wartawan di Jakarta, Kamis (19/9).
Dia menegaskan, BI tidak khawatir akan potensi hot money atau uang panas yang masuk ke SBI hanya untuk mencari keuntungan karena MHP yang pendek. Pasalnya, sementara ini pasar memang membutuhkan dana asing untuk menambah supply dolar.
"Lebih banyaknya permintaan dolar ketimbang pasokannya turut membuat defisit transaksi berjalan sangat besar," imbuh Difi.
Sementara itu, dalam lelang swap valuta asing (valas) atau Lelang FX Swap juga terjadi kelebihan permintaan, yaitu penawaran yang masuk mencapai US$ 1,57 miliar, sedangkan target BI sebesar US$ 500 juta. BI memenangkan US$ 1,05 miliar dengan tenor bervariasi antara 1, 3, dan 12 bulan.
"Kami menambah tenor yang 1 tahun (12 bulan) untuk kepentingan lindung nilai (hedging) ke depan. Tenor yang 6 bulan tetap ada, namun dalam lelang kali ini tidak kami menangkan," jelas Difi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




