PSSI Dijatuhi Sanksi Dua Pertandingan Tanpa Penonton
Senin, 30 September 2013 | 17:51 WIB
Jakarta - PSSI dijatuhi sanksi dua pertandingan tanpa penonton oleh Asosiasi Sepak bola Asia (AFC). Keputusan tersebut merujuk pada pertandingan kualifikasi Piala AFC U-22 di Riau pada 5, 7, 10, dan 15 Juli 2012. Penyebabnya adalah ulah tak simpatik penonton yang menyalakan kembang api.
"Jadi kita itu didenda karena ulah fans di tahun 2012 saat melawan Australia, Timor Leste, Makau, dan Singapura di Riau," jelas Sekjen PSSI, Joko Driyono di kantor PSSI, Senayan, Senin (30/9).
AFC memutuskan memberi PSSI sanksi berupa denda sebesar US$ 45.500 (Rp 523 juta) dan pertandingan tanpa penonton. Namun keputusan tersebut hanya berlaku untuk pertandingan di luar kelompok umur. Dengan kata lain, yang terkena imbasnya adalah tim nasional (Timnas) senior.
Diceritakan oleh Joko, sebetulnya surat keputusan tersebut sudah lama dikeluarkan oleh AFC, tepatnya pada 28 Februari 2013 dan 14 Mei 2013. Namun karena surat tersebut luput dari perhatian karena ada kesalahan administrasi di PSSI.
Pada awalnya AFC tidak secara spesifik menentukan pertandingan mana saja yang tak boleh dihadiri penonton. Namun September ini AFC kembali mengirim surat kepada PSSI, isinya, agar PSSI menjalankan dua pertandingan timnas senior tedekat tanpa penonton.
Sejatinya PSSI berniat untuk mengajukan banding namun sudah melebihi batas waktu 10 hari sejak surat keputusan (14 Mei 2013) keluar.
Dialog santai yang diusahakan PSSI pun tak membuahkan hasil. AFC tetap pada keputusannya. Akibatnya, pertandingan kualifikasi Piala Asia 2015 lawan Tiongkok (15 Oktober 2013) dan Irak (19 November 2013) di Stadion Utama Gelora Bung Karno tak bisa disaksikan penonton.
"Tapi AFC memberi kita ruang karena melihat ada komitmen dengan partner. PSSI bisa memasukkan penonton di kelas VVIP, tapi harus memberi konfirmasi berapa jumlah penontonnya," ujar pria yang juga menjabat sebagai CEO PT. Liga Indonesia itu.
Atas sanksi tersebut Joko memperkirakan PSSI akan mengalami kerugian dari pemasukan tiket sebanyak Rp 10 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




