Piala Dunia Klub 2013
Raja Casablanca Tantang Monterrey di Perempat Final
Kamis, 12 Desember 2013 | 16:05 WIB
Agadir - Raja Club Athletic atau yang lebih dikenal sebagai Raja Casablanca akan menantang Monterrey di perempat final Piala Dunia Klub, Sabtu (14/12) setelah dalam laga pertama kejuaraan ini, Kamis dini hari WIB, menundukkan tim Selandia Baru, Auckland City, 2-1.
Monterrey, tim yang berasal dari Meksiko, memang langsung lolos ke perempat final. Mereka tampil di kejuaraan ini sebagai juara Liga Champions Concacaf (Amerika Utara dan Tengah). Pemenang pertandingan Raja melawan Monterrey nanti sudah ditunggu Atletico Mineiro dalam partai semifinal 18 Desember mendatang.
Raja dan Auckland tak pernah bertemu sebelumnya. Ini untuk pertama kalinya Raja bertemu wakil dari Oceania. Sementara Auckland pernah menundukkan wakil Afrika yakni TP MAzembe dalam perebutan posisi kelima kejuaraan yang sama tahun 2009.
Raja bermain di kejuaraan ini sebagai tuan rumah. Juara bertahan Liga Maroko ini mencetak gol pertamanya lewat Mouhssine Iajour pada menit ke-39. Auckland mampu menyamakan skor menjadi 1-1 pada menit ke-63 setelah Roy Khrisna mampu memperdaya kiper Khalid Ashkri.
Pendukung Raja di Stadion Agadir akhirnya bersorak gembira di pengujung laga tepatnya di menit ke-92 ketika Abdelilah Hafidi mampu menjebol gawang lawan. Gol bermula dari aksi Adil Karrouchy yang mengirim umpan silang dan ditanduk Mohamed Oulhaj.
Bola yang seharusnya diselamatkan kiper Auckland, Tamati Williams terjatuh di kaki Hafidi. Pemain bernomor punggung 18 itu pun tak menyia-nyiakan kesempatan dan membawa timnya melaju ke perempat final.
"Auckland lawan yang tangguh. Mereka sangat terorganisasi dan displin. Kami memulai pertandingan dengan baik dan memimpin namun kemudian kebobolan gol yang menyamakan skor akibat kesalahan yang amat buruk. Beruntung kami bisa mencetak gol kemenangan," tutur pelatih Raja, Faouzi Benzarti.
"Kami akan bermain di laga selanjutnya dengan komitmen yang sama bermain untuk menang dan tampil habis-habisan. Namun kami tak boleh mengulangi kesalahan yang kami lakukan hari ini," tutur Benzarti.
Pelatih Auckland, Ramon Tribulietx, mengakui ini merupakan hasil pahit bagi timnya. "Meski Raja mendominasi namun kami juga membuat beberapa peluang. Namun saya bangga atas performa tim saya. Kami menunjukkan bahwa kami mampu bermain di level ini. Atmosfer di stadion luar biasa, itulah yang membuat sepakbola menjadi spesial," tuturnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




