Bila Gagal di Demokrat, Dino Patti Djalal Siap Gabung Partai Islam

Rabu, 22 Januari 2014 | 01:41 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Peserta konvensi capres Partai Demokrat, Dino Patti Djalal usai menyampaikan pendapat dan pandangannya pada Meet the Press di kantor Sekretariat Komite Konvensi Partai Demokrat, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (9/1). Acara yang menampilkan sebelas peserta konvensi tersebut bertujuan untuk menyampaikan visi dan misi peserta konvensi Capres Partai Demokrat.
Peserta konvensi capres Partai Demokrat, Dino Patti Djalal usai menyampaikan pendapat dan pandangannya pada Meet the Press di kantor Sekretariat Komite Konvensi Partai Demokrat, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (9/1). Acara yang menampilkan sebelas peserta konvensi tersebut bertujuan untuk menyampaikan visi dan misi peserta konvensi Capres Partai Demokrat. (Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat Dino Patti Djalal siap digandeng partai Islam untuk menjadi bakal calon presiden di Pemilu 2014.

"Saya rasa tidak ada satu orang pun yang menolak (digandeng partai Islam)," kata Dino di Jakarta, Selasa (21/1).

Dia menilai keberadaan partai Islam masih relevan, namun tetap berkomitmen kepada Pancasila. Menurut dia, partai Islam bisa dimiliki orang Muslim dan nonmuslim.

"Tentu masih relevan cuma bungkusnya tetap berkomitmen pada Pancasila dalam arti pluralisme," ujarnya.

Pihaknya enggan merinci lebih lanjut sejauh mana komunikasi politik yang dijalankannya dengan berbagai parpol Islam.

Namun dia mengatakan dirinya saat ini sedang fokus dengan Partai Demokrat, terutama terkait keikutsertaannya dalam konvensi capres.

"Saya sudah bertemu dengan Pak Din Syamsuddin (Ketua Umum PP Muhammadiyah) dan Pak Said Aqil Siradj (Ketua Umum PBNU). Tentu tidak ada kaitannya dengan politik, namun setidaknya saya sudah 'sowan'," ujarnya.

Dino menilai sebagian masyarakat akan memilih partai Islam karena spiritualitasnya. Karena itu, menurut dia, parpol Islam harus menampilkan pluralismenya di tingkatan masyarakat.

"Partai Islam dinilai karena spiritualitasnya namun apakah partainya, pemimpin dan caleg-nya berintegritas dan merakyat? Apabila parpol hanya menjual spiritualitasnya saja maka tidak akan menang," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon