Tiongkok Larang Buku Ramalan dan Feng Shui Beredar

Rabu, 22 Januari 2014 | 14:36 WIB
FH
B
Penulis: Febriamy Hutapea | Editor: B1
Kios majalah dan koran ini menjual buku-buku yang dianggap vulgar dan berbahaya.
Kios majalah dan koran ini menjual buku-buku yang dianggap vulgar dan berbahaya. (South China Morning Post)

Hong Kong - Tiongkok memperketat kontrol mereka atas penerbitan buku dengan memperketat izin bagi penulis asal Hong Kong dan Taiwan.

Instruksi itu diberikan kepada semua pemimpin redaksi penerbitan Tiongkok pada awal Desember silam dan langsung segera diberlakukan.

Langkah itu dilakukan untuk menyortir muatan yang dianggap otoritas Tiongkok bernuansa vulgar atau berbahaya secara politik, kata salah seorang sumber seperti dilansir South China Morning Post.

Aturan ini pertama kali menarik perhatian banyak orang setelah beberapa pakar feng shui di Hong Kong mengeluh karena mereka tidak bisa mendapat buku prediksi Tahun Kuda yang harusnya telah terbit di Tiongkok.

Sumber itu mengatakan pembatasan yang diberlakukan tidak hanya terbatas pada buku-buku feng shui, yang dianggap oleh Partai Komunis yang atheis sebagai takhayul dan vulgar.

"Perintah itu tak hanya menargetkan buku-buku ramalan dan feng shui tapi juga buku yang ditulis oleh penulis Hong Kong dan Taiwan," kata seorang sumber di Beijing.

Sumber di kantor penerbitan mengonfirmasi bahwa mereka mendapat perintah itu bulan lalu sehingga kini mereka telah berhenti mempublikasikan buku-buku ramalan.

"Puluhan ribu kasus korupsi dilaporkan di media resmi setiap hari. Dan juga ada perkembangan yang belum selesai mengenai Jepang dan Amerika Serikat, serta kebijakan mereka terhadap Tiongkok. Semuanya ini menambah kebingungan otoritas dan itu sebabnya mereka memperketat kontrol," kata sumber.

Tak hanya buku-buku asal Hong Kong dan Taiwan ditargetkan, publikasi di Tiongkok sendiri juga harus melalui prosedur dan pemeriksaan yang lebih ketat.

Contohnya saja artikel mengenal Bo Guagua, anak bungsu mantan pemimpin Partai Komunis di Chongqing Bo Xilai, yang baru-baru ini dijadikan sebagai cerita utama pada majalah "Life Weekly" yang diterbitkan oleh Beijing Joint Publisher.

Artikel soal kehidupan Bo Guagua di Inggris dinilai memuat informasi sensitif. Sehingga, versi "online"-nya di internet dihapus tak lama setelah majalah itu diterbitkan.

Sumber itu mengatakan kebijakan baru itu tidak diberlakukan pada buku terbitan asing. "Kami tidak tahu sampai kapan kebijakan itu akan berakhir. Kami hanya bisa memberikan ekstra waktu atas aturan ketat ini pada rencana penerbitan kami," kata sumber.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon