Molly: Menjadi Miss Universe Adalah Kehendak Tuhan
Selasa, 28 Januari 2014 | 14:55 WIB
Jakarta - Gabriela Isler (25) tidak pernah menyangka akan menjadi pemenang dari kontes ratu sejagat atau Miss Universe, meski memang mimpinya sejak kecil adalah menjadi perempuan yang menyandang titel Putri Venezuela.
"Di Venezuela, setiap perempuan mendamba menjadi Miss Venezuela sejak kecil. Bahkan saat mereka masih berusia tiga atau lima tahun. Sayapun sudah memulai karier modeling di usia 14 tahun," ungkapnya pada jumpa pers di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (28/1).
Perempuan yang akrab disapa Molly ini mengakui, ia memulai karier modelingnya sejak usia sangat belia. Namun, hal itu dia lakukan untuk membuat ibu dan neneknya kembali ceria setelah meninggalnya bibi Molly.
"Saat itu aku hanya ingin membahagiakan ibu dan nenekku dan tentunya keluargaku," imbuh Molly.
Molly tidak pernah menyangka akan mengikuti kontes Miss Universe, apalagi menjadi pemenang. Menurutnya semua ini terjadi memang karena kehendak Yang Maha Kuasa.
"Menurut saya, jika Tuhan mengendaki sesuatu buat saya, maka hal itu akan terjadi, yakni, menjadi Miss Universe," tuturnya.
Dikatakan Molly, tidak ada pengalaman baik dan buruk yang ditemuinya saat menjalani semua proses karantina dan penjurian di ajang Miss Universe. Baginya, semua pengalaman bisa membuat dirinya menjadi manusia yang lebih baik.
"Lalu, hal positif yang bisa saya rasakan setelah menjadi Miss Universe adalah dengan pengalaman dan nilai-nilai yang saya dapat di sana. Nilai dan kebahagiaann adalah hal yang sangat mendasar yang dibutuhkan oleh masyarakat Venezuela," kata Molly.
Kedatangan Molly ke Indonesia adalah dalam rangka menghadiri malam Grand Final Puteri Indonesia 2014 yang akan digelar besok. Molly akan menghabiskan waktu di Indonesia selama sembilan hari.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




