Hantaman Meteor Ternyata Tidak Sedahsyat Yang Dibayangkan

Rabu, 9 November 2011 | 09:51 WIB
XC
B
Penulis: Xiantira Ghassani Celesta | Editor: B1
Ilustrasi Asteroid
Ilustrasi Asteroid (AFP)
Hari ini atau Selasa (8/11) waktu Inggris, sebuah asteroid seukuran kapal induk akan melesat di antara Bumi dan Bulan

Sudah jadi pengetahuan umum jika meteor raksasa menghantam Bumi maka akan membawa bencana alam dahsyat seperti gempa bumi, tsunami, dan badai seismik.

Tetapi, berdasarkan temuan beberapa ilmuwan, ternyata dampak benturan meteor dengan Bumi tampaknya tidak sedahsyat yang selalu digembar-gemborkan.

Beberapa ilmuwan dari Universitiy of Munich, Jerman menciptakan sebuah model baru untuk memprediksi dampak dari benturan Bumi dengan meteor raksasa dan menemukan bahwa gelombang seismik yang tercipta akibat benturan itu akan dengan mudah diredam oleh relief permukaan Bumi yang tidak rata, penuh dengan gunung dan jurang.

Para peneliti sebelumnya memperkirakan akan terjadi bencana dahsyat jika terjadi benturan karena berasumsi bahwa Bumi sangat bulat dan berpermukaan mulus, padahal menurut para peneliti Jerman itu Bumi itu lebih elips dan permukaanya kasar.

"Setelah meteor menghujam Bumi, gelombang seismik yang ditimbulkan akan melesat melewati seluruh permukaan Bumi, sama seperti ketika melempar batu ke dalam air," kata Matthias Meschede, pemimpin penelitian itu.

"Perhitungan akan dampak tabrakan itu selalu mengandaikan Bumi mempunyai permukaan yang mulus dan bentuk Bumi yang bulat penuh, tetapi menurut temuan kami permukaan satu planet akan sangat menentukan dampak pasca-benturan," lanjut Meschede.

Tim Meschede menggunakan model mereka untuk merekayasa sebuah simulasi benturan meteor dengan permukaan Bumi yang terjadi 65 juta tahun lalu, yang menciptakan kawah Chicxulub di Meksiko, sebuah kawah berdiameter 180 kilo meter yang bisa dilihat dari luar angkasa.

Meteor yang menghantam lokasi itu dipercaya mempunyai masa yang sama dengan Gunung Everest, di Himalaya - artinya ketika ujung meteor itu menyentuh permukaan tanah Meksiko, ekornya yang sepanjang 10,6 km masih berada di udara. Dampak benturan itu sama dengan ledakan dua juta bom hidrogen.

Dari hasil simulasi itu ditemukan bahwa tsunami dan gempa bumi yang ditimbulkan memang bisa memunahkan dinosaurus tetapi gelombang seismik yang dipantik bencana itu malah bisa diredam oleh permukaan Bumi.

"Dari hasil simulasi itu kita bisa menentukan seberapa besar meteor yang dibutuhkan untuk menghasilkan bencana besar di Bumi," kata Meschede.

Sementara itu, seperti yang diwartakan beritasatu.com sebelumnya, hari ini atau Selasa (8/11) waktu Inggris, sebuah asteroid seukuran kapal induk akan melesat di antara Bumi dan Bulan. Asteroid itu melintas 321,8 ribu km dari Bumi dan menjadi benda antariksa yang melesat paling dekat dengan Bumi dalam 35 tahun terakhir.

Sebelumnya sejumlah ilmuwan pernah menghitung jika asteroid sebesar itu menghantam bumi maka akan menyebabkan ledakan 4000 megaton, gempa bumi dengan kekuatan 7 skala richter, dan jika menghantam lautan maka akan menyebabkan tsunami setinggi 21,3 meter yang melanda wilayah berjarak hampir 100 km dari lokasi benturan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon