Efek Domino Kebijakan Antirokok Muhammadiyah Besar

Senin, 14 November 2011 | 21:18 WIB
DS
B
Penulis: Dessy Sagita/RIN | Editor: B1
Sosiolog UI, Imam B Prasodjo
Sosiolog UI, Imam B Prasodjo (Suara Pembaruan)

Sosiolog UI, Imam B Prasodjo mengatakan, seandainya benar-benar diterapkan secara konsisten, hasilnya pasti akan sangat berpengaruh.

Langkah Muhammadiyah mendeklarasikan semua lingkungannya sebagai kawasan bebas rokok dianggap dapat memberi pengaruh signifikan terhadap perjuangan mengendalikan kecanduan nikotin.

"Seandainya ini benar-benar diterapkan secara konsisten, hasilnya pasti akan sangat berpengaruh," kata Sosiolog UI Imam B Prasodjo, di Jakarta, hari ini.

Imam menambahkan bahwa Muhammadiyah memiliki lebih dari 7.000 sekolah, 6.000 masjid, 300 Rumah Sakit, dan ribuan fasilitas lainnya.

Jika amanat untuk menjadikan semua fasilitas tersebut sebagai kawasan bebas rokok ditegakkan, maka akan didapat perubahan efek domino yang sangat positif.

Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A.Mughni mengatakan keputusan Muhammadiyah untuk mendeklarasikan kawasan bebas rokok ini tidak berhubungan dengan fatwa bahwa rokok itu haram yang sebelumnya dikeluarkan oleh Muhammadiyah.

"Fatwa itu memang kontroversial, masih banyak yang pro dan kontra, tapi tolong itu dikesampingkan dulu. Biarlah perdebatan itu kita bahas lain waktu," ujarnya.

Syafiq mengatakan bahwa Muhammadiyah tidak bermaksud mematikan mata pencaharian pihak mana pun dan hanya bermaksud menegakkan amanah konstitusi.

"Undang-undang kesehatan tahun 2009 jelas menyebutkan tembakau sebagai zat adiktif yang harus diatur peredarannya," ujarnya.

Syafik menegaskan keyakinannya bahwa keputusan ini akan dapat memperbaiki status kesehatan masyarakat karena Muhammadiyah memiliki berbagai media, lembaga ekonomi, dan cabang organisasi lainnya.

Menuru Riset Kesehatan Dasa tahun 2010, 54,1 persen orang Indonesia adalah perokok. Yang lebih memrihatinkan lagi 43,3 persen perokok mulai merokok saat masih berusia 15 sampai 19 tahun.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon