Lagu Dipakai untuk Kampanye, Queen Tidak Pernah Beri Izin ke Ahmad Dhani

Rabu, 25 Juni 2014 | 17:30 WIB
FS
FB
Ahmad Dhani dalam video klip -Prabowo-Hatta, We Will Rock You - tampil dengan baju ala Heinrich Himmler.
Ahmad Dhani dalam video klip -Prabowo-Hatta, We Will Rock You - tampil dengan baju ala Heinrich Himmler. (Ist)

Jakarta - Musisi Ahmad Dhani ternyata tidak meminta izin dari grup band legendaris Queen ketika mencomot lagu "We Will Rock You" untuk diaransemen ulang menjadi lagu kampanye Prabowo-Hatta "Indonesia Bangkit".

Brian May, gitaris Queen, melalui akun Twitter resminya mengatakan "Ahmad Dhani skinhead imagery (tautan video Indonesia Bangkit) Of course this is completely unauthorised by us,".

May mengatakan bahwa Queen tidak pernah sama sekali mengizinkan lagunya digunakan oleh Ahmad Dhani untuk kampanye.

Video klip "Indonesia Bangkit" menampilkan para finalis Indonesian Idol seperti Husein, Virzha, dan Nowela serta Ahmad Dhani dalam balutan seragam Nazi yang menuai kecaman banyak pihak.

Setelah diangkat media massa Jerman Der Spiegel, kini Majalah yang bermarkas di AS, Times, dalam versi portal onlinenya menurunkan laporan soal video itu. Judulnya "This Indonesian Nazi Video Is One of the Worst Pieces of Political Campaigning Ever". Artinya "Video Nazi Indonesia ini adalah Salah Satu Kepingan Terburuk dari Kampanye Politik yang Pernah Ada". Di laporan itu disertakan juga link video itu di Youtube.

Menurut laporan itu, video itu telah menimbulkan kritik soal peran Nazi yang sangat tajam.

Pembuat Film yang tinggal di Bali, Daniel Ziv, mendeskripsikan video itu dengan menyebutnya sebagai membawa paham neo-Nazi yang ditandakan dengan kepala plontos (skinhead) ke politik Indonesia.

Walau dikritik, Ahmad Dhani dikutip menyatakan bahwa tak ada kaitan antara tentara Jerman dan Indonesia.

"Kita orang Indonesia tak membunuh jutaan orang Yahudi kan?" kata Dhani.

Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Tantowi Yahya, sendiri sudah menyatakan keputusan Ahmad Dhani memakai baju Nazi dalam video klip itu bukan diarahkan oleh Tim Resmi.

"Ya itu yang jelas bukan dari tim sukses, apalagi arahan dari kita. Yang namanya seniman itu kan harus nyeleneh, kalau tak nyeleneh ya jadi orang biasa," kata Tantowi di Jakarta, Rabu (24/6).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon