Anies Baswedan: Jokowi Patahkan Dagelan Tentang Nama UGM

Sabtu, 13 September 2014 | 00:39 WIB
Y
B
Penulis: Yus | Editor: B1

Jakarta – Salah satu anggota Tim Transisi Jokowi-JK Anies Baswedan menuturkan bahwa keterpilihan Joko Widodo sebagai Presiden Rebuplik Indonesia telah mematahkan dagelan tentang nama Universitas Gadjah Mada (UGM). Dagelan tersebut menyebutkan selama UGM belum diganti namanya menjadi Universitas Hayam Wuruk, maka tidak akan terpilih presiden dari UGM.

"Tahun lalu saat acara alumni di Ancol, ada dagelan dari Yogyakarta, namanya Triyoga. Teman-teman dari UGM ingat ini. Gadjah Mada itu (UGM), alumninya tidak mungkin jadi presiden sampai universitas ini diganti namanya menjadi Universitas Hayam Wuruk. Katanya begitu. Tetapi tahun ini kita buktikan, alumni Gadjah Mada bisa menjadi presiden," ujar Anies saat memberikan sambutan dalam acara temu kangen Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) DKI Jakarta di Ballroom Balai Kartini, Jakarta pada Jumat (12/9).

Pernyataan Anies tersebut disambut dengan tepuk tangan meriah dari alumni UGM yang hadir dalam acara tersebut.
Acara temu kangen ini bertemakan "Guyub rukun Mbangun Bangsa". Selain Anies, hadir juga Menteri Pendidikan dan Olahraga Roy Suryo, rektor UGM Praktino, wakil menteri kesehatan Ali Gufron dan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia Poltak Sitanggang.

Anies juga mengungkapkan bahwa UGM merupakan universitas yang mempersatukan bangsa Indonesia. Dia menilai bahwa alumni UGM tersebar di seluruh negeri ini.

"Kalau kita pergi ke seluruh bangsa Indonesia sampai ke pelosok-pelosoknya, kita pasti ketemu alumni UGM,"kata Anies.

Anies mengharapkan potensi jaringan yang ada di seluruh Indonesia dapat dimanfaatkan untuk membangun bangsa Indonesia. Dengan potensi jaringan yang ada, lanjutnya, UGM dan alumninya menjadi penopang dan penanggung Jawab pemerintahan Jokowi yang merupakan alumnus UGM.

"Semoga acara kangen-kangenan ini, tidak hanya mengingatkan masa lalu kita, tetapi juga membangun masa depan kita, untuk Indonesia lebih baik. Itu saja, terima kasih,"tutupnya.

Jokowi merupakan alumnus UGM, Jurusan kehutanan, Fakultas Kehutanan UGM. Dia masuk UGM tahun 1980 dan lulus tahun 1985 dengan skripsi berjudul "Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kodya Surakarta". Kesempatan ini dimanfaatkan Jokowi untuk belajar struktur kayu, pemanfaatan, dan teknologinya. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon