Tips Menghindari Serangan "Ransomware"
Jumat, 6 Februari 2015 | 04:08 WIB
Jakarta - Kemunculan Ransomware yang diawali pada 2013 kini beranak-pinak menghasilkan beragam varian dan bermacam gaya serangan. Ujung dari serangan "virus nakal" yang mulai menyerang Indonesia itu adalah tindak kriminal yang bermotif ekonomi, yakni untuk mendapatkan uang tebusan (ransom).
Jenis gangguan yang ditimbulkan di antaranya adalah mengunci layar komputer, mengenkripsi file, menginfeksi file-file dengan memasukan program ke executable file, kemudian bertindak sebagai parasitic virus. Yang terbaru adalah menjadi perhatian dan ditakuti saat ini adalah ancaman Ransomware dengan melakukan enkripsi data tanpa menginfeksi (CTB-Locker).
Yudhi Kukuh, Technical Consultant Prosperita-ESET Indonesia, menyarankan agar pengguna yang sudah memakai antivirus untuk memastikan antivirusnya selalu mendapatkan update terakhir dan dalam kondisi 'setingan' konfigurasi yang optimal.
"Pengguna juga jangan tergoda untuk mengklik weblink atau attachment pada email yang tidak dikenal (junk mail atau spam). Email jenis itu sebaiknya langsung di-delete," kata Yudhi Kukuh dalam siaran pers, baru-baru ini.
Yudhi memberikan beberapa tips untuk perusahaan atau institusi yang saat ini memakai Endpoint Antivirus atau Endpoint Security. Sebagai tindakan preventif jika saat ini seluruh komputer/device yang terkoneksi dengan jaringan sudah terinstal Endpoint Antivirus/Security, harus memastikan Software Endpoint Antivirus/Security sudah terupdate di seluruh komputer/device.
Selain itu, lanjut dia, lakukan scan secara berkala melalui In Depth Scan (push scan melalui ESET Remote Administrator-ERA); Pastikan seluruh komputer/device memiliki konfigurasi optimal untuk mendapatkan proteksi yang maksimal; Pastikan tidak ada komputer asing yang tidak terproteksi di dalam jaringan; Jika saat ini belum semua komputer/device memakai Endpoint Antivirus/Security dan komputer yang tidak terinstal terserang Ransomware; Pisahkan komputer/device yang terindikasi terkena serangan agar tidak melakukan broadcast ke jaringan; dan Lakukan In Depth Scan di komputer tersebut.
Yudhi menyarankan agar segera memproteksi komputer/device agar aman menyeluruh. "Dengan makin maraknya varian Ransomware, keamanan komputer/device bukan hal yang bisa ditawar demi menyelamatkan data yang tak ternilai harganya," kata dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




