Harapkan Angpaw, Ratusan Warga Miskin Antre di Vihara Cilincing
Kamis, 19 Februari 2015 | 06:00 WIB
Jakarta - Hari raya Imlek tidak hanya khas dengan atraksi barongsai, namun juga antrean fakir miskin yang mengharapkan mendapat angpaw dari pengunjung vihara. Seperti itulah yang terjadi di Vihara Lalita Vistara yang berada di Jalan Rekreasi Cilincing (dulunya beralamat Jalan Cilincing Lama) No 3, RT05/RW04, Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
Nur Sukaisi (33) warga Jalan Bhakti, RT04/RW05, Kelurahan Cilincing, mengatakan ia sudah mengantre di depan pintu gerbang Vihara Lalita Vistara sejak pukul 10.00 WIB. "Saya ke sini untuk mendapat angpaw, biasanya umat yang sembahyang memberikan saat pulang," ujar Kaisi, Kamis (19/2) siang.
Menurutnya, pengunjung biasanya memberi angpaw tanpa dibungkus amplop merah. "Kalau kemarin anak saya antre sampai jam 12 siang bisa mendapat Rp 20.000, makanya saya hari ini antre supaya dapat uang," lanjut Kaisi yang memiliki dua anak tersebut.
Kaisi yang sudah tidak memiliki suami, mengaku sehari-hari hanya mengandalkan penghasilan dari pekerjannya sebagai tukang cuci baju dengan gaji Rp 300.000 per bulan. "Makanya saya ke sini, biar dapat uang tambahan untuk susu anak dan makan sehari-hari, biar kecil juga yang penting disyukuri," tambah Kaisi.
Warga lainnya, Sri Yanti (22), warga Jalan Kesatriaan, RT06/RW08, Kelurahan Cilincing, mengaku dirinya mengantre sejak pukul 08.00 WIB untuk mendapatkan angpaw. Yanti mengaku suaminya hanya bekerja pemulung barang rongsok dan besi tua yang pendapatannya tidak menentu. "Dalam seminggu bisa mendapat Rp 100.000, ya itu sangat kurang untuk kebutuhan sehari-hari," lanjut Yanti.
Mengingat suasana semakin ramai Kapolsek Cilincing, Kompol Edi Purnawan, meminta biksu vihara tersebut mengumumkan bahwa tidak ada pembagian angpaw. "Kalau tidak seperti itu, mereka tidak akan bubar, bila hanya diberitahu personel kami mereka sepertinya tidak percaya, makanya biar biksunya saja yang langsung berbicara," ujar Edi.
Sementara itu, Biksu Duta Khasanti, mengatakan setiap perayaan tahun baru imlek, viharanya hanya melakukan ritual dan sembahyang dan tidak membagikan angpaw. "Kerumunan ini kemungkinan mendengar kabar dari media seperti di vihara Petak Sembilan, padahal kami tidak memberikan angpaw," ujar Biksu Duta.
Menurutnya, Yayasan Bodhi Prasadha yang membawahi vihara hanya mengadakan program sosial setiap bulan Agustus. "Kami memang selalu mengadakan program bhakti sosial membagikan sembako kepada warga sekitar, namun itu menggunakan sistem kupon dan lebih teratur," lanjut Biksu Duta.
Biksu Duta mengatakan jemaat yang sembahyang tadi malam mencapai 400 orang. "Kami aliran Mahayana, tapi membuka juga untuk etnis Tionghoa, makanya banyak patung di sini, salah satu yang terbesar yakni patung Buddha Satyamuni," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




