Pakar: Jangan Interaksi Terlalu Sering dengan Merpati

Sabtu, 21 Maret 2015 | 16:40 WIB
NF
B
Penulis: Nessy Febrinastri | Editor: B1
Ilustrasi Burung merpati yang digunakan untuk mengirimkan paket ganja
Ilustrasi Burung merpati yang digunakan untuk mengirimkan paket ganja (nydailynews)

Anda pecinta burung, terutama burung merpati?

Kumpulan burung merpati adalah pemandangan biasa di negara-negara Eropa dan India. Burung ramah lingkungan ini juga tergolong burung yang jinak, yang sangat menyenangkan untuk "disapa".

Namun hati-hati. Interaksi terlalu sering terhadap merpati tenyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Ahli mikrobiologi India, yang juga merupakan seorang farmasis, Medha Deshmukh Bhaskaran menyatakan, tidak ada yang salah dengan burung-burung merpati. Namun kotoran burung inilah yang patut diwaspadai.

"Protein dalam kotoran burung itu mengambang di udara setelah mengering dan menjadi tepung. Jika terhirup terlalu sering akan menyebabkan gejala menyerupai asma, sesak napas, menggigil, demam, batuk kering dan ketidaknyamanan di dada," ujar Medha.

Jika tidak didiagnosis atau diobati akan menyebabkan hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan, dan kelelahan ekstrem. Hal ini dapat menyebabkan kondisi yang sangat serius, yang disebut expired fibrosis, di mana jaringan fibrosa (jaringan parut) menggantikan bagian halus paru-paru (alveoli), yang seharusnya penuh dengan oksigen. Penggantian ini menyebabkan paru-paru kurang mendapat asupan oksigen.

Solusi yang direkomendasikan, sebaiknya pakai penutup hidung dan mulut (masker) saat berdekatan dengan kumpulan merpati. Anda tidak dilarang untuk mendekati dan memberi makan, namun sebaiknya memakai proteksi yang maksimal.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon