Sate Maranggi Purwakarta "Go International"
Kamis, 7 Mei 2015 | 14:13 WIB
Jakarta - Siapa yang tidak kenal sate maranggi, makanan khas Purwakarta yang sudah cukup terkenal di Jawa Barat.
Hal yYang membedakan sate maranggi dengan sate lainnya adalah bumbunya terbuat dari kecap yang memiliki cita rasa paduan manis, asam, dan pedas. Biasanya, juga disajikan dengan daging kambing atau sapi.
Atas ciri khas tersebut, Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, akan mengembangkan potensi kuliner sate maranggi yang sudah menjadi khas agar mampu menembus pasar internasional.
"Tahap awal agar go international dengan melakukan pendataan seluruh warung atau tukang sate maranggi yang tersebar di sejumlah kecamatan," kata Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, Kamis (7/5).
Dukungan juga diberikan berupa bantuan hukum gratis, perizinan gratis dan satu hari selesai serta pembinaan dengan menyediakan tempat. Kemudian, Pemerintah Daerah juga akan terus membatu mengawal standarisasi kualitas sate dan tempatnya.
Berbagai jenis peralatan atau perangkat penjual sate maranggi seperti kipas, daging atau bahan baku, dan lain-lain juga akan distandarisasi.
Langkah tersebut dilakukan untuk merapikan warung sate maranggi, sekaligus menyeragamkan tempat antara penjual sate maranggi dengan yang penjual sate maranggi lainnya. Jika sudah ditetapkan standarisasi seputar sate maranggi Purwakarta, maka diharapkan akan tercipta "branding" sate maranggi Purwakarta.
Founder Rumah UKM, Subiyakto Priosudarsono, yang dikenal juga dengan panggilan Pak Bi, pakar branding indonesia, menjelaskan, Purwakarta sangat memiliki potensi identitas daerah yang akan menjadi tujuan orang berwisata.
Rumah UKM akan terus membantu Kabupaten Purwakata dalam mengembangkan brand Sate Maranggi sebagai ciri khas Purwakarta.
Bahkan Pak Bi bertekad untuk memperkuat pelaku usaha Sate Maranggi ini dalam menghadapi ancaman pasar dalam persaingan akibat MEA, mereka, para pelaku usaha Sate Maranggi harus siap dan menjadi tuan rumah di kampungnya sendiri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




