Ini Alasan Basuki Ingin BAZIS Pakai Transaksi Non Tunai

Rabu, 8 Juli 2015 | 16:10 WIB
DP
YD
Penulis: Deti Mega Purnamasari | Editor: YUD
Ilustrasi penyaluran zakat.
Ilustrasi penyaluran zakat. (Jakarta Globe/Jakarta Globe)

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama memberi pekerjaan rumah kepada Badan Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah (BAZIS) untuk menerapkan sistem pembayaran non tunai kepada para penerima Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS) di tahun ini. Tugas tersebut sudah dikerjakan oleh BAZIS dan Basuki pun mengungkapkan alasan mengapa ia memberi tugas itu.

"Intinya, kami tidak ingin ada penyalahgunaan (dana untuk) kaum dhuafa yang menerima bantuan BAZIS. Bisa saja (disalurkan kepada) 1.000-2.000 orang, tapi bisa tidak kita cek siapa saja yang nerima? Saya tidak suudzon, tapi minimal saya mau menghindari orang main," kata Basuki usai menghadiri pengumpulan dan pendistribusian ZIS di JCC Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (8/7).

Permainan tersebut menjadi fakta, katanya, karena banyak contoh yang terjadi. Apalagi dengan menjadikan agama sebagai latar belakang, masyarakat awam gampang tersentuh.

Karenanya dengan melalui rekening, maka pihaknya pun memiliki data. Contohnya, katanya, di Dinas Sosial betul tidak anak tersebut pantas dibantu atau di Dinas Pendidikan betul tidak dia belum mendapat Kartu Jakarta Pintar (KJP)

"Kalau belum dapat kita kasih KJP dong. KJP lebih besar daripada bantuan BAZIS. Nah jadi tujuannya itu. Makanya saya senang beliau (BAZIS) melaksanakan yang saya minta. Tahun lalu saya minta, dia laksanakan. Itu saja kuncinya," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon