Lokasi Labora Sitorus Belum Diketahui
Jumat, 4 Maret 2016 | 16:55 WIB
Jakarta- Tim gabungan yang terdiri dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham), TNI, dan Polri belum mampu mendeteksi lokasi terpidana perkara pembalakan liar dan pencucian uang Labora Sitorus (LS) yang melarikan diri sebelum dievakuasi ke Lapas Cipinang, Jakarta.
"Memang tadi pagi ada operasi untuk evakuasi LS yang dilakukan oleh tim gabungan Kemkumham, Polri dan TNI, namun yang bersangkutan tidak berada di lokasi, saat ini sedang dilakukan penyisiran dan pencarian," kata Dirjen Pemasyarakatan Kemkumham I Wayan Kusmiantha Dusak, kepada SP, di Jakarta, Jumat (4/3).
Wayan belum bisa membeberkan penyebab kaburnya Labora sekaligus mendeteksi rute pelarian yang bersangkutan. "Belum ada laporan rinci kalau rute pelariannya sudah diketahui pasti sudah tertangkap," katanya.
Labora, kata Wayan, melarikan diri dari rumah sakit (RS) dengan dalih menjalani pengobatan tradisional di kediamannya di Kelurahan Tampa Garam Kota Sorong. Lantas tim gabungan berupaya mengevakuasinya ke Lapas Cipinang untuk menjalani pengobatan di RS Pengayoman Cipinang sebagaimana instruksi Menkumham, sebab upaya mengembalikan Labora ke Lapas Sorong maupun ke RS selalu gagal.
"Jadi dia bukan ditahan tapi lari dari rumah sakit, dengan alasan berobat tradisional di rumahnya dan pihak lapas dan Kanwil Kumham Papua Barat sudah berusaha mengembalikan yang bersangkutan ke dalam lapas atau ke rumah sakit namun selalu gagal. Atas dasar itu Pak Menteri memerintahkan supaya dikirim tim dari pusat untuk melakukan evakuasi kepada yang bersangkutan untuk berobat di RS Pengayoman Cipinang Jakarta," katanya.
Dikatakan, sejauh ini tim masih melakukan penyisiran di sekitar Kelurahan Tampa Garam sekaligus mengorek informasi dari rekan Labora yang berada dalam tahanan. "Selanjutnya kami masih menunggu perkembangan," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




