Habibie: Saya Tidak Setuju Hukuman Mati

Selasa, 31 Mei 2016 | 16:44 WIB
YP
YD
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: YUD
BJ Habibie.
BJ Habibie. (Suara Pembaruan/Fuska Sani Evani)

Jakarta – Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie dengan tegas menolak hukuman mati. Menurut Habibie, hak untuk hidup merupakan hak prerogatif setiap manusia, yang tidak bisa dicabut oleh manusia lain, kecuali oleh Tuhan.

"Saya tidak setuju dengan hukuman mati. Saya sudah mengatakan, orang lahir, dapat jodoh dan meninggal, tergantung pada Tuhan. Hak hidup adalah hak prerogatif setiap manusia, tidak bisa manusia lain mencabut hak hidup orang," ujar Habibie saat menjadi pembicara dalam acara peluncuran buku "Politik Hukuman Mati di Indonesia" di kantor Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Selasa (31/5).

Selain Habibie, hadir juga sebagai pembicara adalah Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie. Hadir pula Mantan Menkumham Amir Syamsuddin, Wakil Ketua Komisi III DPR Benny K. Harman, Pegiat HAM Todung Mulya Lubis, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo alias Stanley, Budayawan Romo Mudji Sutrisno, Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah serta sejumlah pegiat dan LSM pegiat HAM.

Penolakan hukuman mati ini, kata Habibie berasal proses dari pembudayaan dan pendidikan oleh orang tua dan lingkungan sekitar dia yang berlangsung terus-menerus. Pembudayaan tersebut dilakukan berdasarkan ajaran agama dan budaya masing-masing orang.

"Ibu saya orang Jawa, bapa saya orang Bugis. Saya belajar nilai-nilai agama dari guru ngaji saya yang berasal dari Arab. Saya jelaskan ini, karena lingkungan ini yang membentuk sikap saya yang anti hukuman mati," ungkap dia.

Habibie menuturkan bahwa dirinya hidup dan dibesarkan dalam keyakinan bahwa semua manusia diciptakan oleh Tuhan yang Maha Esa. Karena itu, yang berhak mencabut hidup manusia adalah Tuhan itu sendiri, bukan manusia atau kebijakan suatu Negara.

"Dikatakan ada 70 persen negera di dunia tidak menerapkan hukuman mati, meskipun di UU mereka ada hukuman mati. Marilah kita belajar dari bangsa orang lain dan diri kita sendiri," pungkas Habibie.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon