Ini Pesan Wapres untuk Kepala BNPT Baru
Senin, 1 Agustus 2016 | 16:50 WIB
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi melantik Komjen Suhardi Alius sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Banyak tugas telah menanti mantan Kabareskrim tersebut terkait penanggulangan terorisme di Tanah Air.
Menghadap Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK), Suhardi mengatakan dipesankan banyak hal terkait upaya penanggulangan terorisme, terutama deradikalisasi. Sebab, masalah terorisme di Indonesia berawal dari ideologi.
"Beliau (JK) memberikan semacam guidance (arahan) kepada kita tentunya latar belakang hulu dari permasalahan terorisme di masing-masing negara berbeda, termasuk juga di Indonesia. Kita akan lebih banyak di masalah ideologis. Oleh sebab itu, sentuhannya harus begitu (ideologi)," kata Suhardi yang ditemui di kantor Wapres, Jakarta, Senin (1/8).
Atas dasar itu, Suhardi mengatakan hendak melibatkan banyak alim ulama dan sejumlah organisasi massa berbasis ideologi, seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) guna menggalakkan deradikalisasi bagi terpidana kasus terorisme dan masyarakat umum. Sebab, bukan pekerjaan mudah jika menyangkut ideologi sehingga harus melibatkan seorang yang ahli.
"Saya sudah beraudiensi dengan ketua PBNU, kemarin di Yogyakarta dengan Muhammadiyah, dengan Buya Syafii, besok dengan Komnas HAM, MUI (Majelis Ulama Indonesia). Saya minta semua kita rangkul dan kita rumuskan mana yang baik untuk megelola ini supaya deradikalisasi karena ini penting, pencegahan daripada penindakan," ungkap Suhardi.
Meskipun mengutamakan pencegahan, Suhardi mengungkapkan, tetapi harus tetap mengedepankan kebebasan dalam berekspresi dan berpendapat dan tidak melupakan penindakan.
Terkait upaya pencegahan, Suhardi melanjutkan bahwa BNPT akan berkoordinasi dengan sembilan kementerian dan lembaga terkait guna memaksimalkan upaya penanggulangan terorisme di Tanah Air.
"Beliau tentu mendukung sekali (koordinasi dengan sembilan lembaga). Dengan ini, tolong dibangun komunikasi semua kementerian dilibatkan dan kita akan melibatkan bukan hanya suprastruktur, seperti kementerian tetapi juga ormas, tokoh masyarakat akan kita libatkan semuanya dengan sasaran yang jelas," ujar Suhardi.
Jaringan Terorisme Tanah Air
Lebih lanjut, Suhardi memastikan bahwa lembaga yang dipimpinnya telah mengantongi peta jaringan teroris di Tanah Air. Oleh karena itu diharapkan upaya deradikalisasi akan lebih mudah, terutama terhadap para mantan narapidana (napi) kasus terorisme.
"Kita sudah pemetaan, termasuk napi yang sudah selesai. Kita awasi kembali, jangan dilepaskan. Tadi katanya kan (Santoso) produk (deradikalisasi), ya itu dilepas lagi. Mungkin bisa secara intens kita bisa monitor, audiensi, dengan sentuhan persuasif," ungkapnya.
Untuk diketahui, Suhardi ditunjuk sebagai Kepala BNPT menggantikan posisi Jenderal Tito Karnavian yang dilantik sebagai Kapolri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




