RSUD Kupang Kekurangan Obat, Pasien BPJS Telantar

Sabtu, 8 Oktober 2016 | 16:10 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
ilustrasi obat
ilustrasi obat (Istimewa)

Kupang- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof dr WZ Johanes Kupang kekurangan stok obat-obatan sejak April 2016, karena anggaran yang disiapkan terbatas. Akibatnya, pasien Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terpaksa membeli obat dari luar.

"Anggaran yang disiapkan pada 2016 lebih sedikit dibandingkan tahun 2015," kata Direktur RSUD Prof dr WZ Johanes Kupang, Dominikus Mere kepada wartawan di Kupang, Sabtu (8/10).

Dia menjelaskan, tahun 2015, kebutuhan obat di RSUD sebesar Rp 13 miliar. Dana tersebut diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Rp 1 miliar dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) rumah sakit Rp 12 miliar. Sementara tahun 2016, biaya pengadaan obat hanya Rp 9 miliar atau turun Rp 4 miliar. Dana Rp 9 miliar itu dari APBD Rp 2 miliar dan BLUD Rp 7 miliar.

Dia mengatakan, keterbatasan anggaran membuat RSUD Johanes tidak menyediakan obat-obatan lagi dalam beberapa bulan terakhir. Pengadaan obat dilakukan dengan sistem prioritas sehingga ada pengurangan pada jenis tertentu. Namun obat-obatan pasien kanker, kemoterapi, hemodialisa atau cuci darah menjadi prioritas.

Dia mengatakan, pada September 2016 lalu pihaknya sudah menggelar rapat dengan Komisi V DPRD, dan ada penambahan alokasi dana BLUD sebesar Rp 9 miliar. Saat ini kata dia, dana tambahan itu sudah berjalan. "Saya tidak mau salahkan siapa-siapa. Ke depan kami lakukan pembenahan, mulai dari tahap perencanaan agar kebutuhan obat dan bujet yang disiapkan sejalan," kata Domi Mere, yang juga mantan Sekda Ende itu.

Minta Maaf
Manajemen rumah sakit juga menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan stok obat yang terjadi sejak April 2016, sehingga mengganggu pelayanan RSUD Kupang kepada masyarakat.

"Terima kasih kepada teman-teman wartawan yang telah menyampaikan keluhan-keluhan dari masyarakat tentang adanya kekurangan obat di rumah sakit ini. Selaku manajemen RS, saya minta maaf kepada masyarakat," katanya.







Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon