Yudi Latif: Negara Tidak Boleh Kehilangan Wibawa
Rabu, 21 Desember 2016 | 08:57 WIB
Jakarta - Pengamat Sosial-Politik Yudi Latif menegaskan bahwa negara tidak boleh kehilangan wibawa saat berhadapan dengan kelompok-kelompok yang bertindak seenaknya. Menurut Yudi, otoritas negara harus tegas menindak kelompok-kelompok anti-toleransi dan main hakim sendiri.
"Negara merupakan salah satu institusi yang memonopoli sarana kekerasan dan sarana pamaksaan. Di luar institusi negara, tidak boleh ada kekuatan lain yang menggunakan kekerasan dan pemaksaan," kata Yudi Latif di Jakarta, Rabu (21/12).
Yudi beranggapan, jika negara membiarkan kelompok lain menggunakan kekerasan, maka hal tersebut akan mendelegitimasi keberadaannya. Karena itu, kata dia aparatur negara tidak boleh membiarkan kelompok lain di luar dirinya bertindak menggunakan kekerasan.
"Itu akan merampas otoritas aparatur negara, negara juga akan kehilangan kewibawaan dan akibatnya anarki akan terjadi karena berlaku hukum rimba," tandas dia.
Yudi pun berharap negara tidak boleh kompromi dengan kelompok yang melakukan sweeping dan kelompok yang melarang umat beribadat. Selain itu, kata dia, tidak ada alasannya bagi negara mengamankan kelompok-kelompok yang melakukan sweeping.
"Negara tidak boleh kalah, apalagi kompromi dengan kelompok-kelompok ini. Dan nggak benar lagi jika aparatur negara justru mengamankan aktivitas kelompok-kelompok ini," pungkas Yudi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




