Intiland Gandeng GIC Garap South Quater Tahap Dua
Senin, 3 April 2017 | 10:08 WIB
Jakarta - Pengembang properti, PT Intiland Development Tbk, menjalin kerja sama strategis dengan lembaga dana investasi asing milik pemerintah Singapura, GIC.
Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono, mengungkapkan, joint venture dengan komposisi 60 persen dan 40 persen ini dilakukan untuk kepemilikan dan pengelolaan kawasan perkantoran terpadu South Quarter.
"Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan joint venture antara kedua belah pihak pada bulan November 2016," kata Archied, dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Senin (3/4).
Kawasan perkantoran South Quarter berdiri di atas lahan seluas 7,2 hektare (Ha) di koridor TB Simatupang, Jakarta Selatan. Lokasi ini sangat strategis dengan akses mudah ke jalur tol bandara Soekarno-Hatta dan merupakan jalur yang dilewati MRT (Mass Rapid Transportation).
Melalui kerja sama dengan GIC, kata Archied, Intiland akan mengembangkan South Quarter tahap dua. Pengembangan ini, lanjut dia, terdiri dari dua menara kondominium dan rencananya akan diluncurkan pada triwulan keempat tahun ini.
"Kami selalu membuka peluang kerja sama strategis dengan pihak-pihak yang memiliki filosofi dan target pertumbuhan yang sejalan. Joint venture ini memiliki nilai strategis untuk mensinergikan kekuatan dan pengalaman untuk mengembangkan properti kelas dunia. Kerja sama ini juga turut memperkuat neraca keuangan dan pengembangan proyek kami," kata Archied.
Chief Investment Officer dan Region Head Asia untuk GIC Real Estate, Lee Kok Sun, menambahkan, pihaknya merasa yakin dengan potensi pertumbuhan jangka panjang Indonesia, hal ini berkaitan dengan letak demografis Indonesia yang strategis dan perbaikan struktur yang berkelanjutan.
"Sebagai investor jangka panjang, kami percaya pada kualitas dan lokasi kawasan terpadu South Quarter akan memberi nilai lebih pada portofolio perusahaan. Kami antusias untuk bekerja sama dengan Intiland, salah satu pengembang properti termuka di Indonesia yang memiliki rekam jejak yang positif di pengembangan hunian dan perkantoran," kata Lee Kok Sun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




