Gedung Lama Penuh Tikus, Gedung Bareskrim Dibangun Baru
Kamis, 20 April 2017 | 16:32 WIB
Jakarta - Kepala BNN Komjen Budi Waseso atau Buwas hadir dalam peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Bareskrim di komplek Mabes Polri Kamis (20/4).
Gedung baru setinggi 17 lantai senilai Rp 647 miliar yang direncanakan selesai dibangun pada Desember 2018 itu dulunya diinisiasi oleh Buwas saat dia masih menjabat Kabareskrim.
"Sebenarnya terlalu berlebihan saya harus tampil di sini Pak Kapolri. Karena memang pada saat itu, mohon izin, saya memang menginisiasi karena memang situasi dan kondisinya Pak Kapolri," kata Buwas.
Saat dia menjabat kabareskrim ternyata banyak sekali permasalahan di internal Bareskrim. Termasuk bagaimana anggota bekerja di ruangan yang tidak layak. Ada anggota berebut ruangan dan ada juga yang memeriksa secara bergantian.
"Penyimpanan arsip yang begitu bertumpuk karena memang ruangannya tidak ada. Kemudian kami lihat juga tahanan yang sudah terlalu penuh karena memang tidak memadai termasuk keseluruhannya," imbuh Buwas.
Makanya Buwas melihat bahwa gedung Bareskrim harus segera diperbaiki. Belum lagi gedungnya yang sudah mulai kusam dan rusak karena memang strukturnya yang seharusnya empat lantai tapi ditambahi satu lantai lagi.
"Ini berbahaya dan sudah mulai retak-retak. Sehingga pada saat itu saya bercerita kepada Pak Presiden terus saya berharap beliau hadir melihat sendiri gedung Bareskrim pada saat itu," ujar Buwas mengenang.
Akhirnya, masih kata Buwas, Jokowi berujar apa benar separah itu Pak Buwas? Dia jawab, "Siap pak, kalau bapak mungkin tidak percaya nanti beberapa saat lagi menunggu gedung Bareskrim runtuh pak, saya bilang begitu."
Yang kedua, Buwas melanjutkan, dia melihat beberapa kesatuan kepolisian di luar negeri yang sangat luar biasa dan mumpuni. Sedangkan dia pada saat itu sering menerima tamu dari kepolisian luar negeri sehingga waktu itu ada rasa minder dan malu.
"Karena ruangan yang terbaik, seperti yang pak Kapolri sampaikan, hanya ruang Kabareskrim dan Wakabareskrim. Selebihnya tidak ada. Itu pun setiap saat dilewati oleh tikus, Pak Kapolri. Tamu disajikan dengan hilir mudiknya tikus pada saat itu," tambahnya.
Pada saat itulah Buwas dibantu beberapa rekan termasuk Tito yang saat itu sebagai Asrena, lalu Budi Gunawan yang saat itu Wakapolri berupaya untuk mendapat anggaran pembangunan gedung baru.
Presiden minta waktu sigap, 10 hari sudah ada perencanaan dan maketnya. Akhirnya jadilah rancangan 17 lantai yang diproyeksi bisa dipakai untuk 20 tahun ke depan.
"Tiba-tiba terhitung harus 17 lantai. Saya pikir Alhamdulillah karena 17 angka keramat , 17 itu tanggal kemerdekaan Indonesia dan angka 17 jika 1+7 jadi 8. Angka 8 di Chinesse itu hoki karena enggak putus jadi mudah-mudahan ini tidak putus Pak Kapolri," lanjut Buwas
Aslog Polri Irjen Eko Hadi Sutedjo menambahkan bila bangunan ini punya tiga lantai di bawah permukaan tanah atau basement. Dengan luas seluruhnya 65.637 m persegi.
Rincian fungsi masing-masing lantai sebagai berikut:
1. Basement area parkir yang dapat menampung roda empat 26 unit
2. Lantai dua untuk arsip barang bukti, gudang dan parkir, dapat 58 unit.
3. Lantai 1 dan 1a untuk ruang pompa, ruang tahanan dan parkir untuk 110 unit roda empat
4. Lantai 1 untuk lobi pelayanan publik dan administrasi.
5. Lantai 2 untuk resmob, server, dan data centre.
6. Lantai 3 untuk ruang Kabareskrim, Wakabareskrim, dan ruang teleconference.
7. Lantai 4 untuk Dit Tipidum
8. Lantai 5 untuk Dit Tipideksus
9. Lantai 6 untuk Dit Tipikor
10. Lantai 7 untuk Dit Narkoba
11. Lantai 8 untuk Dit Tipiter
12. Lantai 9 Biro Renmin
13. Lantai 10 Biro Wassidik
14 Lantai 11 Biro Bin Opsnal
15. Lantai 12 Biro Korwas PPNS
16. Lantai 13 Pusiknas
17. Lantai 14 Pusiknas
18. Lantai 15 sport centre
19. Lantai 16 dan 17 Dit Tipid Siber
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




