Pasar Properti Indonesia Dinilai Masih Positif
Jumat, 28 April 2017 | 15:56 WIB
Jakarta - Laporan Real Estate yang dirilis Lamudi menyebutkan, kondisi pasar properti di Indonesia diprediksi masih positif sampai dengan akhir tahun ini.
Managing Director Lamudi Indonesia, Mart Polman, mengatakan, investasi asing serta kontribusi sektor minyak dan gas (Migas) disebutkan telah memberikan sinyal yang positif terhadap perkembangan pasar properti di tanah air.
"Semakin banyak warga negara asing (WNA) yang tertarik untuk membeli properti di Indonesia," ungkap Mart Polman, dalam siaran persnya, Jumat (28/4).
Apalagi, lanjut dia, dalam menggairahkan sektor properti, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah mengeluarkan beragam kebijakan seperti kemudahan aturan kepemilikan properti oleh orang asing, pelonggaran Loan to Value (LTV) dan penurunan tarif Bea Perolehan atas Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB).
"Serangkaian kebijakan yang dilansir pemerintah, tentunya ikut memberikan dampak besar terhadap sektor properti," tambah Polman.
Laporan yang dilansir Lamudi juga memaparkan mengenai tren harga rata-rata apartemen yang meningkat 4,6 persen. Sementara, kenaikan harga rumah hanya sebesar 2,75 persen.
"Kenaikan tertinggi untuk harga rumah adalah terjadi pada rumah tipe kecil dengan dua kamar tidur yakni mencapai 3,76 persen," tambah Polman.
Sementara itu, Direktur Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghada, menyatakan, pemerintah harus lebih fokus dalam mengatasi kekurangan rumah (backlog). Terlebih, kebutuhan akan rumah masih menjadi prioritas utama bagi sebagian besar masyarakat.
"Kami merekomendasikan pemerintah untuk lebih fokus dalam menangani kekurangan rumah di Indonesia," ucap Ali.
Mengenai kondisi properti di sisa tahun ini, Ali mengatakan, selesainya program amnesti pajak akan turut mendorong penjualan properti.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




