Pelari Kenya Kuasai Mandiri Bogor Sundown Marathon 2017
Minggu, 9 Juli 2017 | 18:27 WIB
Bogor - Pelari asal Kenya, James Karanja, menjuarai edisi pertama kejuaraan Mandiri Bogor Sundown Marathon 2017 yang mengambil start dan finis di Kebun Raya Bogor, Minggu (9/7).
James masuk finis dengan catatan waktu dua jam 40 menit tiga detik atau unggul cukup jauh dengan rekan senegaranya yang finis diurutan kedua, Dennis Isika yang hanya membuka waktu dua jam 45 menit 45 detik. Sedangkan posisi tiga direbut Saeful Rahman dengan waktu dua jam 55 menit sembilan detik.
Sedangkan untuk nomor marathon putri dengan jarak tempuh 42 km, pelari Sharfina Sheila Rusada menjadi yang tercepat setelah membukukan waktu tiga jam 53 menit 30 detik. Posisi dua Yeni Wijaya dengan waktu lima jam sembilan menit 16 detik dan posisi tiga Aileen Ho dengan waktu lima jam 17 menit 38 detik.
Untuk sektor marathon putra, hasil sesuai dengan prediksi mengingat pelari Kenya yang turun di Bogor ini sudah kenyang pengalaman. Bahkan, ames Karanja sebelumnya menjuarai kejuaraan lari di Bali beberapa waktu yang lalu.
Untuk sektor putri, Indonesia terbilang mendominasi meski catatan waktunya cukup jauh. Namun, untuk posisi ketiga ada nama pelari asal Singapura yaitu Aileen Ho. Pelari dengan nomor start 4436 ini mengaku puas dengan apa yang dicapai meski belum bisa menjadi yang terbaik.
Aileen bahkan mengagumi Kota Bogor dimana kejuaraan berlangsung. Menurut pelari berusia 40 tahun ini, Bogor dinilai sebagai kota yang menyenangkan dan bahkan dinilai lebih bagus dibandingkan Singapura.
"Aku suka cuacanya. Enak untuk lari dan kontur wilayahnya tidak datar. Makanya tidak bikin capek. Masyarakatnya juga ramah," kata Aileen Ho.
Pelari asal Singapura ini juga tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya karena langsung bisa naik podium pada kesempatan pertama turun di Bogor meski sebelumnya sudah pernah ikut kejuaraan di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta dan Yogjakarta.
Sementara itu Wali Kota Bogor, Bima Arya, yang pada kejuaraan ini juga menjadi peserta untuk kategori 10K mengaku cukup puas dengan pelaksanaan kejuaraan yang baru pertama kali digelar di Kota Hujan ini meski masih ada beberapa catatan yang harus segera diperbaiki untuk kejuaraan berikutnya.
"Kejuaraan berjalan dengan baik. Kita mulai dari marathon pukul 01.00 WIB disusul half marathon, 10K dan 5K. Peserta kami lihat cukup puas. Kami juga beruntung karena cuaca sangat mendukung," kata Bima Arya setelah masuk finis di areal Kebun Raya Bogor.
Bogor selama ini dikenal dengan sebutan Kota Hujan. Dengan demikian, hujan bisa turun sewaktu-waktu. Namun, kondisi ini berbeda saat Mandiri Bogor Sundown Marathon berlangsung. Cuaca sangat bersahabat sehingga sangat mendukung pelaksanaan kejuaraan meski dilakukan dini hari.
"Selain cuaca, venue juga menantang. Jarang adalan lintasan marathon seperti disini. Naik turun. Kalau di Jakarta-kan flat. Ini juga menjadi nilai lebih. Semoga kedepan pelaksanaannya jauh lebih baik," kata Bima menambahkan.
Meski puas, pria yang sebelumnya dikenal sebagai pengamat politik itu menjelaskan jika pelaksanaan kejuaraan ini ada beberapa hal yang harus dievaluasi. Salah satu yang menjadi pantauan adalah sterilisasi lintasan yang dinilai kurang maksimal.
Dengan kelancaran kejuaraan perdana ini, Bima menegaskan jika tahun depan pelaksanaannya akan dibuat lebih besar. Harapannya bisa menarik banyak wisatawan untuk datang ke Bogor dan bisa menjadi kota yang dipimpinnya menjadi "City of Runners".
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




