PABBSI dan KOI Berjuang Pertahankan Nomor 62 Kg di Asian Games 2018
Sabtu, 3 Maret 2018 | 09:14 WIB
Jakarta - Tuan rumah Indonesia melalui PB PABBSI dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) masih terus memperjuangkan sekuat tenaga kelas 62 kg batal dihapus dari Asian Games 2018. Sebab, atlet andalan Eko Yuli Irawan diyakini mampu meraih medali emas. Hal ini jelas merugikan Tim Merah Putih bila nomor 62 kg putra dihapus karena adanya intrik politik olahraga.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PABBSI, Alamsyah Wijaya mengatakan pihaknya telah melobi pihak Federasi Angkat Besi Asia (AWF) dan Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) melalui petinggi Dewan Olimpiade Asia (OCA) agar tetap mempertahankan nomor 62 kg.
"Saat ini kami menunggu jawaban dari pihak IWF dan AWF. Petinggi OCA yang maju melobi mereka yang didampingi KOI. IWF menetapkan 14 kelas dengan rincian 7 kelas putra dan 7 kelas putri yang dipertandingkan di Asian games 2018. Kami memiliki solusi nomor 62 kg putra tetap dipertahankan dengan 8 kelas putra dan 6 kelas putri dengan menghilangkan nomor 69 kg putri," kata Alamsyah ketika dihubungi SP, Sabtu (3/3) pagi.
Ia juga mensayangkan pihak IWF dan AWF tidak bisa menjawab pertanyaannya terkait nomor 62 kg putra apakah dipertandingkan di Olimpiade Tokyo 2020 atau tidak. Kalau ini kebijakan internasional, tentu bisa diterima, tetapi bila keputusannya hanya untuk Asian Games 2018, ada sesuatu yang aneh dan patut dipertanyakan, padahal Olimpiade Rio 2016, cabang angkat besi menggelar perlombaan untuk 15 nomor kelas dengan 8 kelas putra dan 7 kelas putri.
Ketua Komisi Sports Development KOI sekaligus Deputi 1 Inasgoc, Harry Warganegara mengatakan pihaknya pantang menyerah dan tetap memperjuangkan nomor andalan di angkat besi tersebut. Lobi-lobi pun terus gencar dilakukan guna mempertahankan agar 62 kg putra tetap dipertandingkan di Asian Games 2018.
"Ketua KOI, Erick Thohir terus komunikasikan terkait hal ini. Kami juga tidak mau tinggal diam melihat peluang medali emas tersebut hilang begitu saja. Kami siap lakukan yang terbaik agar masalah ini dapat selesai dengan baik secepatnya," tutup dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




