1.000 Pelari Siap Menembus Minang Geopark

Minggu, 16 September 2018 | 15:31 WIB
HS
WP
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: WBP
Jembatan kelok sembilan di Sumatera Barat.
Jembatan kelok sembilan di Sumatera Barat. (waskita/waskita)

Jakarta - Sekitar 1.000 pelari bersiap merasakan sesuatu yang unik dan menantang lewat Minang Geopark Run bertajuk "Run the Nature: Lari Menembus Keindahan Alam dan Budaya Sumatera Barat".

Deputi Bidang Hubungan Lembaga dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kempar), Rizki Handayani mengatakan ajang lari sport tourism ini digelar di kawasan wisata Taman Bumi (Geopark) Ngarai Sianok, Sumatara Barat pada 27-28 Oktober 2018 mendatang. Dinas Pariwisata Sumatera Barat berkolaborasi dengan Panitia Penyelenggara 100 Tahun Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia (PTTI) didukung oleh Kempar.

"Ada beberapa kategori lari yang dilombakan di Minang Geopark Run, yaitu 5K Fun Run, 10K, dan 21K pada (28/10). Lalu diselenggarakan juga Exhibition Run pada (27/10) dimana lima pelari ultramaraton atau profesional akan dipilih untuk menempuh medan sejauh 70 km dari Kelok Sembilan menuju Lembah Sumbar Harau, lalu Ngarai Sianok dan akan finish di Jam Gadang Bukittinggi," ujarnya di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kantor Kempar, Minggu (16/9).

Kadispar Sumatera Barat sekaligus pengagas Geopark, Oni Yulfian mengatakan 5 pelari profesional ultramaraton yang terpilih adalah Sitor Situmorang, William Binjai, Santi Gunawan, Adlan Johan, dan Nicky Hogan.

"Mereka akan lari 70 km sendiri dan didampingi pelari lokal secara estafet yang melewat 4 etape dengan waktu tempuh 7-11 jam. Melalui kegiatan Minang Geopark Run 2018 ini, dari 10 geopark di Sumbar akan dicanangkan menjadi Unesco Global Geopark (UGG), kita promosikan dan sosiasilisasikan," ucapnya.

Dia mengatakan, event ini sekaligus sebagai strategi untuk mempromosikan potensi pariwisata Sumbar yang memiliki 10 geopark di sepanjang jalur Bukit Barisan, yakni Ngarai Sianok, Lembah Harau, Danau Maninjau, Kars Tarusan Kamang, Danau Singkarak, Bekas Tambang Sawahlunto, Danau Kembar, Batu Kapal Solok Selatan, Silokek, dan Mentawai.

"Dari 10 geopark, Ngarai Ngarai Sianok yang berada di perbatasan Kota Bukittinggi dan Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam ini merupakan destinasi wisata andalan pariwisata Sumbar," tambah dia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon