Ini Tiga Faktor Mengapa Laut China Selatan Jadi Rebutan
Jumat, 26 Juni 2020 | 21:36 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla), Laksamana Madya TNI Aan Kurnia mengungkap tiga faktor yang membuat Laut China Selatan diperebutkan. Hal itu disampaikan Aan dalam diskusi daring yang digelar DPP GMNI bertajuk "Bung Karno dan Geopolitik Asia Pasifik: Menakar Dinamika Laut China Selatan", Jumat (26/6/2020).
"Kenapa Laut China Selatan begitu penting? Pertama, Laut China Selatan merupakan wilayah yang banyak dilalui kapal-kapal niaga yang angkut perdagangan dan energi. China amat bergantung impor minyak dari Timur Tengah dan 80% melalui laut," kata Aan.
Kedua, menurut Aan, Laut China Selatan memiliki cadangan minyak sebesar 11 miliar barel dan 190 triliun kaki kubik gas. Meski tidak terbesar, lanjut Aan, tapi jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan energi nasional negara claimant state.
Ketiga, Aan menuturkan potensi sumber daya alam perikanan begitu besar. Sebab Laut China Selatan merupakan laut setengah tertutup, yang memiliki sumber pakan ikan berlimpah.
"Nilai-nilai strategis utama ini yang membuat Laut China Selatan menjadi perebutan," ungkap Aan.
Aan mengatakan dampak sengketa di Laut China Selatan yang tampak jelas yaitu kehadiran kekuatan militer negara besar non claimant state seperti Amerika Serikat (AS) dan Australia. Kondisi konflik ini, menurut Aan, menciptakan sejumlah dinamika internasional antara claimant state dan negara pengguna.
"Ada dampak tidak langsung contohnya gangguan terhadap lalu lintas pelayaran, lalu kontestasi di laut akan mendorong negara-negara terlibat untuk meningkatkan kemampuan perangnya," ucap Aan.
Aan pun menyebut, "Jadi apabila terjadi peningkatan konflik, maka risiko yang paling besar adalah peningkatan belanja militer negara claimant. Mengakibatkan risiko pecahnya perang terbuka, karena itu sejumlah pihak sebisa mungkin menahan. Ini kita tidak harapkan."
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




