Ciputra Garap Proyek Apartemen dan Hotel Mewah Senilai Rp 1,2 T
Kamis, 29 November 2012 | 06:21 WIB
Menara setinggi 42 lantai itu akan menggabungkan 120 unit apartemen dan 250 kamar hotel.
Pengembang PT Ciputra Property Tbk berencana meluncurkan menara keempat di dalam kawasan superblok Ciputra World Jakarta (CWJ) 2 di Jl Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, pada awal tahun depan.
Menara yang terdiri atas apartemen dan hotel mewah tersebut, diperkirakan bakal menelan investasi total sebesar Rp 1,2 triliun.
Direktur Ciputra Property Artadinata Djangkar mengatakan, menara yang siap diluncurkan tersebut merupakan premium residence/apartment, yang akan dikelola oleh jaringan perhotelan asal AS, Star wood.
“Akhir tahun ini atau awal 2013, kami akan pasarkan 120 unit dengan harga Rp 40 juta per m2,” ungkap Arta seperti dikutip laman Investor Daily.
Arta menjelaskan, pihaknya masih mengurus perizinan untuk pembangunan menara tersebut. Sesuai rencana, menara setinggi 42 lantai itu akan menggabungkan 120 unit apartemen dan 250 kamar hotel.
“Antara unit apartemen dan hotel akan bersisian. Konstruksinya paling lambat kuartal II-2013,” tegas dia.
Dia optimistis, pemasaran apartemen dan hotel premium itu akan disambut pasar kelas atas dengan baik. Selain mengusung konsep eksklusif yang berbeda, apartemen mewah tersebut berlokasi strategis.
Adapun unit yang ditawarkan berukuran 150-170 m2 dengan harga Rp 40 juta per m2. Dengan demikian, harga satu unit apartemen sekitar Rp 6-7 miliar.
“Konstruksi menara hibrid ini diperkirakan rampung dalam tiga tahun setelah groundbreaking. Sedangkan pemasarannya ditargetkan bisa selesai pada tahun depan,” imbuh dia.
Arta memperkirakan, pasar properti 2013 masih bagus, karena permintaannya masih tinggi dan transaksi properti diprediksi masih bisa tumbuh berkisar 15-20% tahun depan.
“Sektor perkantoran masih mendominasi dibandingkan sektor lainnya,” ungkap dia.
Proyek CWJ 2 sendiri menelan investasi total sebesar Rp 3,3 triliun dan dijadwalkan akan rampung seluruhnya pada tahun 2016 mendatang.
Pembangunan proyek ini dilakukan dalam tiga tahap. Pertama, pembangunan kondominium dan apartemen servis yang dikelola Fraser Suite Hospitality asal Singapura.
Tahap kedua berupa gedung perkantoran yang dimulai pada Agustus 2012 dan diperkirakan selesai pada 2015. Sementara tahap ketiga berupa pembangunan hotel dan apartemen yang mulai digarap awal 2013.
Proyek CWJ 2 berada di Jalan Prof Dr Satrio di atas lahan seluas 3,1 hektare dan berdekatan dengan proyek CWJ 1 dengan luas lahan 5,5 ha. Tahap CWJ 3 direncanakan sebelum 2015 yang berlokasi di seberang CWJ 1.
Pengembang PT Ciputra Property Tbk berencana meluncurkan menara keempat di dalam kawasan superblok Ciputra World Jakarta (CWJ) 2 di Jl Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, pada awal tahun depan.
Menara yang terdiri atas apartemen dan hotel mewah tersebut, diperkirakan bakal menelan investasi total sebesar Rp 1,2 triliun.
Direktur Ciputra Property Artadinata Djangkar mengatakan, menara yang siap diluncurkan tersebut merupakan premium residence/apartment, yang akan dikelola oleh jaringan perhotelan asal AS, Star wood.
“Akhir tahun ini atau awal 2013, kami akan pasarkan 120 unit dengan harga Rp 40 juta per m2,” ungkap Arta seperti dikutip laman Investor Daily.
Arta menjelaskan, pihaknya masih mengurus perizinan untuk pembangunan menara tersebut. Sesuai rencana, menara setinggi 42 lantai itu akan menggabungkan 120 unit apartemen dan 250 kamar hotel.
“Antara unit apartemen dan hotel akan bersisian. Konstruksinya paling lambat kuartal II-2013,” tegas dia.
Dia optimistis, pemasaran apartemen dan hotel premium itu akan disambut pasar kelas atas dengan baik. Selain mengusung konsep eksklusif yang berbeda, apartemen mewah tersebut berlokasi strategis.
Adapun unit yang ditawarkan berukuran 150-170 m2 dengan harga Rp 40 juta per m2. Dengan demikian, harga satu unit apartemen sekitar Rp 6-7 miliar.
“Konstruksi menara hibrid ini diperkirakan rampung dalam tiga tahun setelah groundbreaking. Sedangkan pemasarannya ditargetkan bisa selesai pada tahun depan,” imbuh dia.
Arta memperkirakan, pasar properti 2013 masih bagus, karena permintaannya masih tinggi dan transaksi properti diprediksi masih bisa tumbuh berkisar 15-20% tahun depan.
“Sektor perkantoran masih mendominasi dibandingkan sektor lainnya,” ungkap dia.
Proyek CWJ 2 sendiri menelan investasi total sebesar Rp 3,3 triliun dan dijadwalkan akan rampung seluruhnya pada tahun 2016 mendatang.
Pembangunan proyek ini dilakukan dalam tiga tahap. Pertama, pembangunan kondominium dan apartemen servis yang dikelola Fraser Suite Hospitality asal Singapura.
Tahap kedua berupa gedung perkantoran yang dimulai pada Agustus 2012 dan diperkirakan selesai pada 2015. Sementara tahap ketiga berupa pembangunan hotel dan apartemen yang mulai digarap awal 2013.
Proyek CWJ 2 berada di Jalan Prof Dr Satrio di atas lahan seluas 3,1 hektare dan berdekatan dengan proyek CWJ 1 dengan luas lahan 5,5 ha. Tahap CWJ 3 direncanakan sebelum 2015 yang berlokasi di seberang CWJ 1.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




