ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

3 Orang Meninggal Akibat Cuaca Ekstrem di Kendari dan Konawe

Senin, 6 Maret 2023 | 18:35 WIB
FA
FS
Penulis: Fadli Aksar | Editor: FFS
Ilustrasi cuaca ekstrem.
Ilustrasi cuaca ekstrem. (B1/Muhammad Reza)

Beritasatu.com, Kendari - Sedikitnya tiga warga Kota Kendari dan Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), meninggal dunia akibat cuaca ekstrem, pada Minggu (5/3/2023) petang.

Warga Kota Kendari bernama Mujiati (64) meninggal dunia karena tertimpa pohon jambu mete saat tengah tertidur di dalam rumahnya. Suami Mujiati, Udin Satari berhasil selamat setelah berupaya menyelematkan diri dengan mendobrak pintu yang telah tertutupi ranting.

"Saat angin kencang saya bangunkan istri, tetapi kurang mendengar, pohon roboh menimpa rumah. Istri saya meninggal. Saya bisa keluar menendang pintu rumah," ujar Udin Satari, Senin (6/3/2023).

ADVERTISEMENT

Korban Mujiati dimakamkan hari ini di tempat pemakaman umum (TPU) Watulondo, Kecamatan Puuwatu Kota Kendari.

Sementara warga Kendari lainnya, Herlin (43) tewas tersambar petir saat sedang memancing ikan di kawasan Teluk Kendari, Kecamatan Mata, Minggu (5/3/2023) sore.

Jenazah Herlin ditemukan di atas perahu setelah diterpa angin kencang ke tengah laut.

Selain dua warga Kota Kendari, seorang warga Kabupaten Konawe juga menjadi korban meninggal dunia akibat cuaca ekstrem. Ashadi Saputra (35), seorang pekerja tambang meninggal dunia tertimpa pohon saat melintas di Desa Puuruy, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe.

Tak hanya korban meninggal dunia, cuaca ekstrem juga mengakibatkan ratusan rumah di Kendari rusak. Kabid Penanganan Kedaruratan BPBD Kota Kendari Muhammad Sadrin mencatat, imbas cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang dan petir, sebanyak 212 rumah rusak.

"Untuk korban satu warga Kendari, satu warga Konawe Selatan, tetapi meninggalnya di Kota Kendari saat memancing," ujar Sadrin.

Selain itu, cuaca ekstrem juga menyebabkan dua orang terluka, 282 pohon tumbang, 16 bangunan fasilitas umum rusak dan 4 bangunan swasta rusak di Kota Kendari. Pohon tumbang menimpa kabel jaringan listrik dan internet, mengakibatkan jaringan listrik dan internet sempat terputus berjam-jam.

Saat ini, petugas BPBD Kota Kendari, dibantu aparat tengah membersihkan pohon yang masih menimpa rumah warga dan kabel jaringan listrik. Pemerintah Kota Kendari menetapkan status darurat bencana selama tujuh hari ke depan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Asyik Main Bola Disambar Petir, 1 Bocah di Bogor Tewas

Asyik Main Bola Disambar Petir, 1 Bocah di Bogor Tewas

JAWA BARAT
Cara Efektif Jaga Imun Tubuh agar Tak Mudah Tumbang Saat Sering Hujan

Cara Efektif Jaga Imun Tubuh agar Tak Mudah Tumbang Saat Sering Hujan

LIFESTYLE
Awas Meledak! 8 Tips Gunakan HP Saat Panas Ekstrem Buat Ojol dan Kurir

Awas Meledak! 8 Tips Gunakan HP Saat Panas Ekstrem Buat Ojol dan Kurir

OTOTEKNO
Pemkab Cianjur Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana

Pemkab Cianjur Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana

JAWA BARAT
BMKG Imbau Banten Waspadai Cuaca Ekstrem 3-8 Mei

BMKG Imbau Banten Waspadai Cuaca Ekstrem 3-8 Mei

BANTEN
Hujan Petir di Lapangan Tunda Duel Malut United vs Persis Solo

Hujan Petir di Lapangan Tunda Duel Malut United vs Persis Solo

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon