Menyusuri Jalur Alternatif Mudik Poros Tengah Jawa di Temanggung
Jumat, 14 April 2023 | 11:55 WIB
Temanggung, Beritasatu.com - Oleh: Priyo Budi Santoso/Kontributor Beritasatu.com
Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah merupakan salah satu kabupaten yang difungsikan sebagai jalur alternatif mudik pemecah kemacetan di Jalur Pantura dan Selatan Jawa. Ruas jalan jalur alternatif ini penghubung antara Jawa Barat, Jakarta menuju Yogyakarta dan Jawa Timur.
Pada penelusuran jalan kali ini kita melihat kondisi dan suasana di jalur alternatif mudik Poros Tengah Jawa yang di Temanggung. Dimulai dari perbatasan Temanggung Kendal hingga diujung perbatasan Temanggung Magelang.
Kondisi di ruas Jalan Patean Parakan sejauh 22 kilometer ini pemudik harus extra hati hati, terlebih Ruas Jalan Rujak Asem di Bejen Temanggung menanjak dan berkelok. Bahkan di sekitar jalan Candiroto, masih terdapat sejumlah jalan yang masih bergelombang.
Pemudik yang melintasi jalur ini tidak perlu khawatir jika ingin mencari masjid. Di wilayah Ngadirejo, pemudik dapat menemui masjid tertua di temanggung yakni Masjid Wali Limbung.
Guna mendukung arus mudik kali ini, Polres Temanggung juga telah mendirikan sejumlah pos pemantauan mudik di depan Rumah Sakit Ngesti waluyo Parakan.
Kabupaten Temanggung dikenal sebagai kabupaten yang memiliki berjuta panorama alam yang indah dan kesejukan alami udara. Di sepanjang jalur ini pemudik dapat melihat bentangan alam pertanian hijau dan melihat kemegahan dua gunung yang ikonik, yaitu gunung Sindoro dan gunung Sumbing. Jadi pemudik yang melintas dapat berhenti sejenak menikmati keindahan alam sekaligus untuk beristirahat mengusir lelah selama perjalanan.
Tidak perlu khawatir, Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) mudah dijumpai di jalur ini. Jalur alternatif ini sangat sejuk karena kiri dan kanan jalan terdapat pohon perindang. Sehingga membuat pengendara serasa melewati jalan desa yang teduh.
Mengingat potensi hujan di Kabupaten Temanggung masih tinggi, pemudik harus tetap berhati-hati karena jalan licin. Selain itu mengingat jalur mudik ini melintasi di dataran tinggi, dimulai dari Bejen hingga Parakan pada pagi dan sore terkadang kabut tebal menyelimuti ruas jalan, sehingga membuat pandangan terganggu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




