Ratusan Penumpang Tertahan di Terminal Leuwipanjang Imbas One Way
Kamis, 19 Maret 2026 | 23:56 WIB
Bandung, Beritasatu.com – Ratusan penumpang tujuan Jakarta dan Sukabumi sempat tertahan di Terminal Leuwipanjang, Bandung, Kamis (19/3/2026), akibat keterlambatan kedatangan bus yang dipicu rekayasa lalu lintas satu arah (one way) serta kemacetan di jalur arteri.
Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat, membenarkan adanya penumpukan penumpang sejak pagi hari. Hal ini terjadi karena armada bus dari arah barat mengalami keterlambatan masuk ke Bandung, bertepatan dengan puncak arus mudik.
“Terjadi penumpukan penumpang tujuan Sukabumi dan Jakarta karena dari arah Jakarta diberlakukan one way, sehingga bus datang terlambat dan penumpang menumpuk di terminal,” ujar Asep dilansir dari Antara, Kamis (19/3/2026).
Selain dampak one way, keterlambatan juga disebabkan kepadatan lalu lintas di sejumlah titik jalur Sukabumi–Bandung, seperti Gekbrong, Cipatat, dan Pasar Padalarang.
Untuk mengatasi kepadatan penumpang, pihak terminal mengerahkan armada tambahan dari trayek lain sebagai langkah darurat guna mempercepat keberangkatan penumpang.
“Kami melakukan perbantuan dari trayek lain seperti Bogor dan Cileungsi,” kata Asep.
Berdasarkan data terminal, pada hari sebelumnya tercatat sebanyak 5.543 penumpang diberangkatkan dan 5.629 penumpang tiba. Jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat pada Kamis (19/3/2026).
Meski terjadi keterlambatan jadwal, Asep memastikan sekitar 600 armada telah disiagakan untuk melayani pemudik secara bertahap.
Di lokasi keberangkatan, sejumlah calon penumpang mengaku harus menunggu hingga lebih dari tiga jam tanpa kepastian jadwal keberangkatan.
Salah satu penumpang, Usep (52), yang hendak menuju Cianjur, mengatakan telah menunggu sejak pukul 07.00 WIB akibat kemacetan di kawasan Padalarang.
“Saya menunggu dari pukul 07.00 WIB, ini sudah lebih dari tiga jam. Katanya macet di Padalarang. Belum ada informasi keberangkatan,” tuturnya.
Pihak terminal juga mengimbau pemudik untuk tetap waspada menjaga barang bawaan serta tidak tergiur tawaran tiket murah di luar loket resmi guna menghindari praktik percaloan di tengah puncak arus mudik 2026.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




