ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Percepatan Penurunan Stunting, Pj Wali Kota Batu: Semua Harus Bergerak Bersama

Jumat, 3 November 2023 | 14:28 WIB
YM
YM
Penulis: Yurike Metriani | Editor: YM
Pemerintah Kota Batu terus berupaya melakukan percepatan penurunan angka stunting dengan menggelar “Rembuk Stunting Kota Batu Tahun 2023”.
Pemerintah Kota Batu terus berupaya melakukan percepatan penurunan angka stunting dengan menggelar “Rembuk Stunting Kota Batu Tahun 2023”. (Pemkot Batu)

Batu, Beritasatu.com - Pemerintah Kota Batu terus berupaya melakukan percepatan penurunan angka stunting. Salah satunya dengan menggelar "Rembuk Stunting Kota Batu Tahun 2023", yang menjadi bagian dari delapan aksi konvergensi stunting di Kota Batu. Rembuk stunting ini dihadiri Pj. Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, Ketua Komisi A DPRD Kota Batu, Kartika, Kepala OPD terkait di Lingkungan Pemerintah Kota Batu, Forkopimda Kota Batu, Ketua Organisasi, Lembaga dan Istansi Vertikal di Kota Batu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Kartika Trisulandari mengatakan, situasi stunting di Kota Batu berdasarkan hasil bulan timbang agustus menunjukkan hasil yang masih fluktuatif.

"Angka stunting di Kota Batu masih fluktuatif. Hal ini disebabkan data sasaran balita yang masih mengunakan proyeksi penduduk, tingkat partisipasi penimbangan balita yang belum mencapai 90 persen dan mobilitas warga yang tinggi," ujar Kartika.

Prevalensi stunting Kota Batu berdasarkan bulan timbang agustus tahun 2019 menunjukkan stunting ada di angka 25,4 persen, untuk tahun 2020 turun menjadi 14.83 persen, tahun 2021 ada di angka 14,4 persen dan untuk tahun 2022 prevalensi stunting ada di angka 13,8 persen.

ADVERTISEMENT

Kartika menjelaskan, beberapa upaya yang akan dilakukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Batu di antaranya melakukan intervensi gizi spesifik yang ditujukan pada anak dalam 1.000 hari pertama kehidupan yang dilakukan sektor kesehatan, dan intervensi gizi sensitif di luar sektor kesehatan.

Sementara itu, Pj. Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, mengatakan, stunting menjadi fokus perhatian Presiden Jokowi. Jika angka stunting pada tahun 2024 tidak mengalami penurunan, maka akan ada punishment bagi penjabat daerah dan Pemda di bawahnya.

"Tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak bergerak. Kader di setiap desa harus aktif bergerak. Tahun 2024, stunting harus turun signifikan, akan ada reward dan punishment bagi desa dan kelurahan," kata Aries.

Aries menegaskan bahwa semua elemen harus bergerak bersama untuk menurunkan angka stunting. Intervensi harus terus dilakukan, selain itu sosialisasi melalui media sosial harus terus digencarkan untuk mengedukasi masyarakat tentang stunting. Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama dalam upaya percepatan penanganan stunting di Kota Batu antara pemerintah Kota Batu dengan Forkopimda, Organisasi, Lembanga dan Instansi Vertikal di Kota Batu.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Penyaluran MBG Jadi 5 Hari, Efisiensi Anggaran Capai Rp 20 Triliun

Penyaluran MBG Jadi 5 Hari, Efisiensi Anggaran Capai Rp 20 Triliun

EKONOMI
Sukses Tekan Stunting, Mojokerto Kantongi Rp 6,3 Miliar

Sukses Tekan Stunting, Mojokerto Kantongi Rp 6,3 Miliar

JAWA TIMUR
Pemkab Lebak Verifikasi Data Stunting Seusai Kenaikan Signifikan

Pemkab Lebak Verifikasi Data Stunting Seusai Kenaikan Signifikan

BANTEN
Ini Perbedaan Anak Stunting dan Stunted, Orang Tua Wajib Tahu

Ini Perbedaan Anak Stunting dan Stunted, Orang Tua Wajib Tahu

LIFESTYLE
Prabowo Tegaskan Komitmen Atasi Stunting dan Perkuat Ekonomi

Prabowo Tegaskan Komitmen Atasi Stunting dan Perkuat Ekonomi

NASIONAL
AMPG Jakarta Sasar Literasi Gizi dan Ketahanan Balita di Setiabudi

AMPG Jakarta Sasar Literasi Gizi dan Ketahanan Balita di Setiabudi

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT