Bangun Toleransi Antarumat Beragama, Biarawati SFS Sukabumi Jualan Takjil
Selasa, 26 Maret 2024 | 12:00 WIB
Sukabumi, Beritasatu.com - Toleransi antarumat beragama di Sukabumi, Jawa Barat, menjadi sorotan pada bulan suci Ramadan. Nuansa persaudaraan lintas agama terlihat jelas saat warga non-muslim turut berpartisipasi dalam menjajakan takjil untuk berbuka puasa.
Setiap sore, Suster Maria Ferdinanda dan rekannya sibuk menata beragam takjil di depan gedung Kongregasi Suster Fransiskan Sukabumi (SFS). Dengan tekun, mereka menyediakan kolak, es buah, bubur sumsum, dan gorengan untuk dijual kepada siapa pun, tanpa memandang identitas agama.
Suster Maria menjelaskan bahwa kegiatan berjualan takjil di bulan Ramadan baru dimulai pada 2024. Motivasi mereka bukanlah keuntungan, melainkan niat tulus untuk membantu dan memperkuat hubungan toleransi antar-umat beragama.
"Inisiatif berjualan bukanlah tentang keuntungan. Kami ingin membantu umat muslim agar bisa berbuka dengan mudah. Ini adalah salah satu cara kami memperkuat toleransi antaragama," ujar Maria kepada Beritasatu.com, Senin (25/3/2024).
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari upaya-upaya sebelumnya dalam membangun toleransi. Biasanya, para biarawati membagikan takjil kepada umat muslim yang membutuhkan.
"Kami tidak hanya berbagi takjil, tetapi juga membangun hubungan dengan warga sekitar. Kami juga mengadakan acara berbuka bersama dengan karyawan dan tetangga terdekat serta mengundang ustaz untuk tausiyah. Semua itu merupakan bagian dari upaya kami dalam memperkuat toleransi antar-agama," tambahnya.
Maria menegaskan bahwa seluruh bahan yang mereka gunakan dalam membuat takjil telah dijamin kehalalannya dan dibuat dalam kondisi baik.
Yusep Kabir (56), salah satu pembeli, mengapresiasi kegiatan biarawati dalam menjual takjil di bulan Ramadan. Menurutnya, kegiatan ini memberikan sentuhan yang berbeda pada Ramadan tahun ini.
"Hari ini terasa berbeda. Biasanya takjil disediakan oleh umat muslim, tetapi yang menjual justru yang nonmuslim. Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini," ujarnya.
Harga takjil yang ditawarkan oleh biarawati ini cukup terjangkau dibandingkan dengan penjual takjil lainnya.
"Alhamdulillah mudah-mudahan jadi simbol keberagaman dan kedamaian di Sukabumi," pungkas Kabir.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




