Jemaah Aolia Sudah Rayakan Idulfitri, Ini Tanggapan Muhammadiyah
Minggu, 7 April 2024 | 19:18 WIB
Yogyakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir memberikan tanggapan terkait jemaah Aolia di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang telah melaksanakan salat Idulfitri pada Jumat 5 April 2024. Menurut Haedar pihaknya menoleransi perbedaan, tetapi jika terlalu jauh dari dasar ketentuan maka perlu diajak untuk berdialog.
"Di Gunung Kidul dan di tempat lain juga ada yang berbeda, ya kita toleran saja terhadap perbedaan itu. Namun, kalau terlalu jauh dari dasar-dasar ketentuan, ya nanti perlu diajak dialog," ujar Haedar Nashir
Haedar berpesan agar rakyat Indonesia memegang Pancasila yang menjadi nilai luhur dan filosofi bangsa. Pancasila juga menjadi nilai luhur budaya bangsa sebagai moralitas dan spiritualitas dalam berbangsa dan bernegara.
Diketahui, jemaah Masjid Aolia di Gunung Kidul, DIY telah menggelar salat Idulfitri pada Jumat, 5 April 2024. Salat hari raya tersebut dilakukan berdasarkan penetapan dari sang imam masjid yang menyatakan, 1 Syawal jatuh pada Jumat kemarin,
Menurut imam Masjid Aolia, Kiai Haji Raden Ibnu Hajar Sholeh Pranolo atau biasa dipanggil Mbah Benu, dia telah menelepon langsung kepada Allah Swt untuk mendapat informasi terkait kapan tanggal 1 Syawal 1445 Hijriah.
Mbah Benu dalam pernyataan, meminta soal penetapan 1 Syawal tidak dipermasalahkan. Ia juga menjelaskan maksud telepon ke Allah Swt, yang menurutnya adalah perjalanan kontak spritualnya dengan Sang Pencipta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




