ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Iran-Israel Memanas, Menteri ESDM Pastikan Stok BBM di Indonesia Aman

Rabu, 17 April 2024 | 07:53 WIB
FE
NF
Penulis: Fito Akhmad Erlangga | Editor: NF
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif. (Beritasatu.com/Fito Erlangga)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia tak ikut melonjak imbas harga minyak dunia yang terdampak akibat konflik Iran-Israel. 

Arifin mengeklaim, saat ini stok BBM di Indonesia masih aman dan tersedia sehingga tidak ada urgensi pemerintah untuk menaikkan harga. Meski demikian, pihaknya akan terus memantau dinamika dan situasi geopolitik yang berimbas pada pergerakan harga minyak dunia.

"Sementara stok (BBM) aman. Namun, kami lihat perkembangannya ke depan, ya mudah-mudahan enggak ada eskalasi konflik Iran-Israel," ujarnya saat dijumpai seusai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Jokowi di Istana Negara, Selasa (16/4/2024).

ADVERTISEMENT

Meski stok aman, lanjut Arifin, Presiden Jokowi meminta pemerintah untuk tetap menyiapkan skenario guna mengantisipasi apabila terjadi eskalasi konflik di Timur Tengah.

"Kita harus antisipasi ini melihat skenario yang mungkin terjadi, mengambil alternatif untuk bisa meredam," sambungnya

Arifin kemudian menjelaskan, apabila harga minyak dunia naik US$1 per barel, maka pemerintah harus menyiapkan subsidi yang ditaksir mencapai Rp 3,5-4 triliun. Untuk itu, ia mendorong pemanfaatan energi secara efisien.

"Wah, kalau harga minyak naik US$ itu bisa naik sekitar Rp 3,5 - 4 triliun untuk kompensasi dan subsidi. Belum lagi kalau rupiah tiap naik US$1, Rp 1.00 juga cukup besar. Makanya, kita harus hemat energi, efisiensi energi ini harus terus dicanangkan dikerjakan dan diprogramkan," terangnya.

Arifin  memastikan, harga BBM tetap stabil bukan perkara mudah di tengah kondisi geopolitik yang memanas. Ia juga menyebut, harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah terhadap dolar merupakan dua faktor yang sulit dikendalikan. 

"Ini susah, karena itu kan balik ke faktor yang sulit kita kendalikan ya. Harga minyak sama kurs, dua duanya. Jadi kita harus lakukan satu efisensi apa yang bisa kita lakukan, kemudian alternatif energi apa energi yang bisa kita manfaatkan di dalam negeri untuk bisa menggantikan itu," pungkasnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Maruf Amin menggelar rapat internal di Istana Kepresidenan dengan sejumlah menteri untuk membahas dampak eskalasi konflik di Timur Tengah, Selasa (16/4/2024). 

Kepada para menteri, presiden menyatakan, Indonesia mendorong deeskalasi konflik menyikapi memanasnya hubungan Iran-Israel. 

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, sejumlah menteri yang hadir dalam rapat terbatas yang digelar selama lebih dari satu jam itu, di antaranya Menlu Retno Marsudi, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarta, Menteri ESDM Arifin Tasrif. Selain itu, rapat ini juga nampak dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Sebelumnya, pada Sabtu (13/4/2024), Iran meluncurkan ratusan drone dan rudal ke wilayah Israel. Serangan itu disebut sebagai pembalasan atas serangan mematikan Israel terhadap konsulat Iran di Damaskus, Suriah, pada 1 April 2024 lalu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Iran Ancam Keluar dari Gencatan Senjata, Ada Apa?

Iran Ancam Keluar dari Gencatan Senjata, Ada Apa?

INTERNASIONAL
Iran Tembak Jatuh Pesawat C-130 Hercules Milik AS di Isfahan

Iran Tembak Jatuh Pesawat C-130 Hercules Milik AS di Isfahan

INTERNASIONAL
Serangan Drone di Kedubes AS Riyadh, Iran Tuduh Israel

Serangan Drone di Kedubes AS Riyadh, Iran Tuduh Israel

INTERNASIONAL
Iran Serang Kantor Raksasa Teknologi AS Oracle di Dubai

Iran Serang Kantor Raksasa Teknologi AS Oracle di Dubai

INTERNASIONAL
Pezeshkian Tegaskan Rakyat Iran Tak Musuhi Warga AS meski Diserang

Pezeshkian Tegaskan Rakyat Iran Tak Musuhi Warga AS meski Diserang

INTERNASIONAL
BI Waspadai Perang Timur Tengah Tekan Rupiah dan Ekonomi RI

BI Waspadai Perang Timur Tengah Tekan Rupiah dan Ekonomi RI

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon