ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Siswi SD di Polman Bawa Pulang MBG untuk Makan Bersama Keluarga

Jumat, 31 Oktober 2025 | 12:49 WIB
MA
DM
Penulis: Muhammad Asyharuddin Arbab | Editor: DM
Nur Azizah, siswi kelas satu SD Negeri 021 Bunga-Bunga, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Gadis kecil ini menjadi perhatian publik setelah diketahui selalu membawa pulang makanan bergizi gratis (MBG) dari sekolah untuk dimakan bersama ibu dan adiknya di rumah.
Nur Azizah, siswi kelas satu SD Negeri 021 Bunga-Bunga, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Gadis kecil ini menjadi perhatian publik setelah diketahui selalu membawa pulang makanan bergizi gratis (MBG) dari sekolah untuk dimakan bersama ibu dan adiknya di rumah. (Beritasatu.com/Muhammad Asyharuddin Arbab)

Polewali Mandar, Beritasatu.com - Kisah haru datang dari Nur Azizah, siswi kelas satu SD Negeri 021 Bunga-Bunga, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Gadis kecil ini menjadi perhatian publik setelah diketahui selalu membawa pulang makanan bergizi gratis (MBG) dari sekolah untuk dimakan bersama ibu dan adiknya di rumah.

Setiap hari, Nur Azizah rela tidak menikmati jatah makanan MBG di sekolah demi keluarganya. Melihat kondisi tersebut, para guru tergerak untuk membantu. Mereka kerap membungkuskan makanan MBG milik Azizah agar bisa dibawa pulang. Bahkan, makanan milik siswa yang absen sering kali turut diberikan kepadanya.

Di rumah, makanan itu menjadi santapan utama bagi mereka bertiga, Azizah, sang ibu, dan adiknya. Kadang makanan yang dibawanya cukup untuk makan siang hingga makan malam. Nur Azizah hidup dalam kondisi serba terbatas. Ia dan keluarganya menumpang di rumah kosong milik warga, setelah gubuk tempat tinggal mereka roboh beberapa tahun lalu.

ADVERTISEMENT

Sang ibu, Ratna, menderita penyakit diabetes dan hanya bisa memenuhi kebutuhan hidup dengan membuat serta menjual sapu lidi seharga Rp 2.000 per buah. Dalam sehari, rata-rata hanya sepuluh sapu yang terjual. Penghasilan itu dipakai untuk membeli beras dan kebutuhan pokok.

Sementara ayah Azizah telah pergi meninggalkan mereka dan menikah lagi di luar daerah. Kondisi ini membuat Azizah berusaha kuat demi membantu ibunya. Meski hidup dalam keterbatasan, Azizah tetap bersemangat bersekolah dan memiliki cita-cita menjadi dokter.

“Ia sering bawa pulang nasi gratis. Tiap hari. Isinya ayam, tahu isi, atau tempe. Makanan yang dia bawa ini sangat membantu kami,” ungkap Ratna, sang ibu, kepada wartawan.

Ratna menjelaskan, penghasilan dari sapu lidi hanya cukup untuk uang jajan Azizah. Terkait hal itu, putrinya memilih membawa pulang jatah makan siang MBG daripada memakannya di sekolah. “Kalau bawa uang, makannya tidak dimakan di sekolah tetapi dibawa pulang untuk dimakan bersama di rumah. Kadang cukup sampai malam,” ujarnya lirih.

Kepala Sekolah SDN 021 Bunga-Bunga, Muhajar mengatakan, Azizah merupakan salah satu siswa kurang mampu, tetapi sangat rajin dan pandai. “Dia tinggal di rumah kebun milik orang lain. Meski hidup susah, Azizah rajin dan punya semangat belajar tinggi, hanya saja sedikit minder dalam pergaulan,” ujarnya.

Muhajar menambahkan, program makanan bergizi gratis (MBG) sangat membantu siswa dari keluarga miskin seperti Azizah. “Untung ada MBG karena sangat membantu anak-anak kurang mampu. Kalau ada siswa yang tidak datang, bagiannya kami berikan ke Azizah untuk dibawa ke rumah,” jelasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tolak Bangun Dapur MBG di Kampus, UMY Pilih Jadi Mitra Kajian

Tolak Bangun Dapur MBG di Kampus, UMY Pilih Jadi Mitra Kajian

NASIONAL
Kampus Kelola MBG Berpotensi Ancam Independensi Akademik

Kampus Kelola MBG Berpotensi Ancam Independensi Akademik

NASIONAL
MK Kabulkan Pencabutan Uji Materi UU APBN Terkait Program MBG

MK Kabulkan Pencabutan Uji Materi UU APBN Terkait Program MBG

NASIONAL
Sidak SPPG di Jakbar, Dudung Temukan Sejumlah Pelanggaran Serius

Sidak SPPG di Jakbar, Dudung Temukan Sejumlah Pelanggaran Serius

JAKARTA
252 Siswa SD di Jaktim Diduga Keracunan Pangsit MBG, 26 Masih Dirawat

252 Siswa SD di Jaktim Diduga Keracunan Pangsit MBG, 26 Masih Dirawat

JAKARTA
1.486 Santri Salafi di Lebak Sudah Terima MBG

1.486 Santri Salafi di Lebak Sudah Terima MBG

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon