Kementerian UMKM Gandeng Pemprov Papua Gelar Festival Usaha Mikro
Kamis, 13 November 2025 | 06:04 WIB
Jayapura, Beritasatu.com — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Pemerintah Provinsi Papua menggelar Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Jayapura, Rabu (12/11/2025).
Acara ini mengusung tema “UMKM Tangguh Papua Berdaya: Membangun Ekosistem Inklusif dan Berkelanjutan dari Timur Indonesia”.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, pelaku usaha mikro di Papua memiliki daya juang luar biasa di tengah tantangan geografis dan sosial ekonomi. Menurutnya, UMKM Papua adalah simbol kemandirian dan ketangguhan bangsa.
Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen memperkuat pelindungan dan kemudahan bagi pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia. Salah satunya melalui penyelenggaraan festival ini yang menjadi wadah kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
“Kita ingin memastikan pelaku usaha mikro mendapat akses mudah terhadap legalitas, sertifikasi halal, dan perizinan usaha,” ujar Maman.
Ia menambahkan, langkah ini merupakan bentuk nyata menghadirkan keadilan ekonomi di seluruh wilayah, termasuk Papua.
Maman menjelaskan, banyak pelaku usaha mikro masih menghadapi kendala administratif dan teknis. Karena itu, pemerintah menghadirkan layanan terpadu untuk memudahkan proses perizinan dan sertifikasi produk.
“Kami tidak ingin para pelaku usaha terhambat di meja birokrasi. Pemerintah hadir untuk mempermudah, bukan mempersulit,” katanya.
Ia menyebut hasil kolaborasi lintas sektor mulai menunjukkan capaian positif. “Dalam 1 tahun terakhir, pemberian izin dan sertifikasi usaha mikro meningkat hingga 300 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkap Maman.
Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen mengatakan, kegiatan ini sejalan dengan semangat Papua Cerah yang mandiri dan harmonis. Pemerintah Provinsi Papua, kata dia, menempatkan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Hasil nyata kolaborasi ini mulai tampak di berbagai sektor. Produk lokal Papua, seperti kopi, sagu, dan minyak kelapa murni, kini mampu menembus pasar nasional bahkan ekspor.
“Kopi Papua sudah sampai ke Jepang dan Belanda. Ini bukti bahwa dari tanah Papua kita bisa menghasilkan produk kelas dunia,” ujarnya.
Namun, Aryoko mengingatkan, tantangan pengembangan UMKM di Papua masih besar, terutama dalam aspek sumber daya manusia, infrastruktur, dan inovasi.
“Karena itu, pemerintah terus mendorong kolaborasi berkelanjutan agar pelaku usaha mikro bisa tumbuh tangguh dan berdaya saing tinggi,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian UMKM yang telah mendukung program daerah dalam meningkatkan sektor UMKM sebagai penggerak ekonomi masyarakat Papua.
“Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah pusat, BUMN, dan sektor swasta, untuk membantu para pengusaha mikro di Papua. Kolaborasi ini akan sangat membantu masyarakat kecil yang ingin berwirausaha meski memiliki modal terbatas,” pungkas Aryoko.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




