Listrik Padam Iringi Pengungsi di Pidie Jaya
Jumat, 12 Desember 2025 | 05:39 WIB
Meureudu, Pidie Jaya, Beritasatu.com - Pengungsi di Kantor Bupati Pidie Jaya hidup dalam gelap total setiap malam. Warga bingung, pusat kota pun tak teraliri listrik pascabanjir.
Ratusan warga yang mengungsi di area Kantor Bupati Pidie Jaya terpaksa melalui malam dalam kegelapan total. Akses listrik di lokasi pengungsian terputus pascabanjir besar, dan fasilitas dasar lain pun belum memadai.
Pengungsi bernama Susi mengungkapkan kebingungannya karena lokasi yang berada di pusat pemerintahan tersebut tak memiliki penerangan.
“Setiap malam gelap total. Mau ke kamar mandi pun takut karena gelap sekali,” ujar Susi kepada Beritasatu.com, Kamis (11/12/2025).
Warga awalnya meyakini lokasi pengungsian di dekat kantor bupati akan menjadi tempat yang paling layak dan terjamin fasilitasnya.
“Kami kira di sini pasti ada listrik karena dekat kantor bupati. Tapi ternyata sama saja gelap. Kami tidak tahu mengapa bisa begini,” tambahnya.
Kebutuhan harian pengungsi, seperti makanan, selimut, dan air bersih, masih sepenuhnya bergantung pada posko bantuan yang diselenggarakan relawan dan pemerintah daerah. Namun, ketiadaan penerangan mempersulit distribusi bantuan pada malam hari.
Situasi di pusat kota ini, menurut warga, mencerminkan betapa parahnya kondisi infrastruktur energi di Pidie Jaya pascabanjir. Mereka menduga, kondisi posko-posko pengungsian di wilayah pedalaman pasti jauh lebih memprihatinkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




