ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Guru dan Santri di Pidie Jaya Cari Motor yang Tertimbun Banjir Bandang

Sabtu, 13 Desember 2025 | 20:26 WIB
WM
DM
Penulis: Wahyu Majiah | Editor: DM
Guru dan santri Dayah Al-Munawwarah Pidie Jaya bergotong royong mencari puluhan sepeda motor yang tertimbun lumpur akibat banjir bandang.
Guru dan santri Dayah Al-Munawwarah Pidie Jaya bergotong royong mencari puluhan sepeda motor yang tertimbun lumpur akibat banjir bandang. (Beritasatu.com/Wahyu Majiah)

Pidie Jaya, Beritasatu.com - Semangat gotong royong ditunjukkan para guru dan santri Dayah Al-Munawwarah Pocut Imum Mukim Al Azizah (Dapima), Gampong Blang Cut, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut.

Sejak Sabtu (12/12/2025) pagi sekitar pukul 08.00 WIB, para guru dan santri bahu-membahu mencari sepeda motor yang tertimbun lumpur tebal di lingkungan pesantren. Dengan peralatan seadanya, mereka menusuk tanah menggunakan kayu untuk mendeteksi keberadaan motor yang terkubur hingga kedalaman sekitar tiga meter.

Guru Dayah Al-Munawwarah, Muhammad Arifanda, mengatakan banjir bandang tersebut menimbun sedikitnya 21 unit sepeda motor milik guru dan santri. Hingga kini, pencarian masih terus berlangsung. “Total motor yang tertimbun ada 21 unit. Hari ini kami berhasil mengevakuasi tiga unit, kemarin satu unit. Pencarian terus kami lakukan karena masih banyak yang belum ditemukan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Arifanda menjelaskan, area parkir sepeda motor berada di halaman gedung pesantren yang selama ini dianggap aman dari ancaman banjir. Lokasi tersebut berada di dataran yang relatif tinggi sehingga menjadi tempat parkir utama bagi para guru ngaji dan santri.

“Kami sama sekali tidak menyangka banjir bandang bisa terjadi separah ini. Air bercampur lumpur datang sangat besar hingga menimbun seluruh motor yang terparkir,” ungkapnya.

Pencarian dilakukan berdasarkan ingatan terakhir para pemilik kendaraan mengenai posisi parkir. Ketika kayu yang digunakan menusuk tanah mengenai benda keras, para santri dan guru menduga itu adalah rangka atau bagian sepeda motor yang tertimbun.

Alhamdulillah, setelah hampir tiga pekan pascabanjir bandang, total sudah empat motor yang berhasil dievakuasi,” tambah Arifanda.

Ia menegaskan, upaya pencarian ini menjadi wujud kebersamaan dan kepedulian di lingkungan pesantren dalam menghadapi musibah. Para guru dan santri saling membantu tanpa mengenal lelah meski proses evakuasi cukup berat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

NUSANTARA
Purbaya: Dana Pemulihan Sumatera Rp 60 T Cair jika Dokumen Lengkap

Purbaya: Dana Pemulihan Sumatera Rp 60 T Cair jika Dokumen Lengkap

EKONOMI
Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

NASIONAL
Bahas Pemulihan Banjir Sumatera, DPR-Pemerintah Gelar Rapat Tertutup

Bahas Pemulihan Banjir Sumatera, DPR-Pemerintah Gelar Rapat Tertutup

NASIONAL
Huntap Korban Banjir Aceh Siap Dibangun di 71 Lokasi

Huntap Korban Banjir Aceh Siap Dibangun di 71 Lokasi

NUSANTARA
Tito: Huntara Buat Penyintas Bener Meriah Kembali Tersenyum

Tito: Huntara Buat Penyintas Bener Meriah Kembali Tersenyum

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon