Banjir Bandang Aceh Utara: Akses Masih Terputus, 80 Keluarga Mengungsi
Senin, 15 Desember 2025 | 11:15 WIB
Lhoksukon, Beritasatu.com - Banjir bandang disertai tanah longsor yang melanda 27 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, menyebabkan kerusakan parah pada permukiman warga dan infrastruktur publik. Ratusan rumah dilaporkan hilang terseret arus banjir, sementara ribuan rumah lainnya mengalami kerusakan berat akibat derasnya aliran air.
Selain permukiman, banjir bandang juga meluluhlantakkan fasilitas umum, mulai dari perkantoran, jalan penghubung antarkecamatan yang longsor, hingga sejumlah jembatan yang putus. Bencana tersebut terjadi pada Senin (15/12/2025) dan menjadi salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir di wilayah Aceh Utara.
Sudah lebih dari dua pekan, banjir masih berdampak pada 18 kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Kabupaten Aceh Utara tercatat sebagai daerah dengan dampak paling serius.
Hingga kini, dua kecamatan masih terisolasi, yakni Desa Gunci, Kecamatan Sawang, serta Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan. Putusnya jembatan penghubung antardesa akibat banjir bandang membuat akses darat sama sekali tidak dapat dilalui.
Kondisi memprihatinkan terlihat saat sejumlah petugas kepolisian bersama relawan menyalurkan bantuan ke Desa Gunci, Kecamatan Sawang. Untuk mencapai lokasi, petugas harus menyeberangi sungai menggunakan rakit seadanya karena jembatan utama telah hanyut diterjang banjir. Sebagian wilayah permukiman bahkan telah berubah menjadi aliran sungai.
Kepala Desa Gunci, Kecamatan Sawang, Fazir Ramli mengatakan, setiap bantuan yang masuk langsung didistribusikan ke Dusun Lhok Pungki, Desa Gunci. Proses penyaluran bantuan dilakukan dengan menyeberangi sungai menggunakan peralatan sederhana.
“Setiap bantuan yang masuk langsung kami distribusikan ke Dusun Lhok Pungki, Desa Gunci. Penyaluran bantuan sendiri harus melakukan penyebrangan sungai dengan menggunakan alat seadanya,” kata Fazir Ramli.
Ia menjelaskan, di Dusun Lhok Pungki terdapat 80 keluarga dengan 280 jiwa yang mengungsi akibat banjir bandang dan tanah longsor. Para pengungsi saat ini bertahan di rumah ibadah atau meunasah setempat.
Mayoritas warga kehilangan rumah, dan tidak ada satu pun jalur akses menuju dusun tersebut karena seluruh permukiman telah berubah menjadi sungai akibat terjangan banjir dan longsor.
Sejak banjir bandang menerjang Aceh Utara pada 26 November 2025, bantuan terus mengalir dari berbagai pihak, mulai dari dermawan, TNI, hingga Polri. Meski demikian, warga berharap perhatian pemerintah dan pihak terkait terus berlanjut, terutama untuk pemenuhan kebutuhan mendesak para pengungsi.
Saat ini, korban banjir di Desa Gunci sangat membutuhkan obat-obatan, tenda darurat, selimut, serta perlengkapan bayi guna menunjang kebutuhan hidup selama masa pengungsian.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




