Bupati Aceh Utara Menangis: Kami Tidak Sanggup Lagi Tangani Banjir!
Rabu, 3 Desember 2025 | 16:54 WIB
Lhokseumawe, Beritasatu.com – Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil alias Ayahwa tak kuasa menahan tangis saat memaparkan kondisi terkini banjir yang meluas di kabupaten tersebut. Dia menyatakan permohonan maaf karena pemkab sudah tidak sanggup lagi menangani dampak bencana dan meminta bantuan dari pemerintah pusat serta semua pihak.
“Kami di daerah sudah berusaha maksimal, tetapi kami benar-benar tidak sanggup lagi,” kata Ayahwa sambil terisak saat konferensi pers di Pendopo Bupati Aceh Utara yang kini dijadikan posko tanggap darurat banjir, Rabu (3/12/2025).
Ayahwa menandatangani surat pernyataan ketidaksanggupan Pemkab Aceh Utara dalam menangani dampak banjir yang meluas karena sumber daya terbatas.
Aceh Utara salah satu kabupaten terparah dilanda banjir sejak 22-30 November 2025. Banjir besar yang terjadi di seluruh kecamatan menewaskan lebih 50 orang dan 100.000 jiwa lebih mengungsi ke ratusan tempat. Banjir juga mengisolasi banyak wilayah.
Ayahwa mengatakan sejak hari pertama banjir, dia sudah meminta bantuan helikopter untuk evakuasi dan distribusi bantuan, tetapi sampai hari ini belum ada.
Dia juga meminta tambahan 350 ton beras ke Bulog untuk disalurkan kepada para pengungsi yang mulai kelaparan, tetapi juga belum disanggupi.
Ayahwa menyebutkan stok logistik kebutuhan pokok masyarakat di Aceh Utara semakin menapis. Dia mengaku selama ini pasokan bantuan ke daerahnya memang sangat minim.
Ayahwa sudah menyurati Presiden Prabowo Subianto untuk meminta bantuan dari pemerintah pusat. Dia meminta pusat serius dalam menangani bencana di daerahnya.
“Tolong lihat penderitaan rakyat kami, jangan anggap ini bencana biasa,” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, dan Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi sudah lebih dahulu menyatakan ketidaksanggupan daerahnya dalam menangani banjir dan longsor yang terjadi pekan lalu karena dampaknya luas dan medannya sangat berat.
Mendagri Tito Karnavian mengatakan pemerintah pusat akan turun membantu penanganan bencana di daerah. menurutnya, banjir dan longsor di Aceh memang tidak sanggup ditangani secara mandiri oleh daerah.
"Pasti kita akan back-up, dari provinsi maupun dari pusat. Ini all-out semua untuk secepat mungkin diminta atau tidak diminta,” ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




