Sekolah Terdampak Bencana di Aceh Mulai Pembelajaran pada 5 Januari
Minggu, 28 Desember 2025 | 17:36 WIB
Banda Aceh, Beritasatu.com - Dinas Pendidikan Aceh meminta sekolah-sekolah yang terdampak bencana tetap melaksanakan pembelajaran pada 5 Januari 2026, sepanjang kondisi memungkinkan, meski sarana dan prasarana belajar belum sepenuhnya pulih.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin mengatakan kebijakan tersebut ditujukan khusus bagi sekolah yang mengalami dampak berat, tetapi masih memungkinkan untuk menyelenggarakan aktivitas belajar di ruang kelas.
“Kami mengimbau, menganjurkan, sekaligus memerintahkan agar bagaimanapun pembelajaran tetap terjadi dan anak-anak berada di sekolah dan di ruang kelas,” kata Murthalamuddin, Minggu (28/12/2025).
Ia menjelaskan keterbatasan fasilitas seperti ketiadaan bangku, kursi, maupun buku pelajaran tidak boleh menjadi alasan terhentinya proses pembelajaran.
Menurutnya, kegiatan belajar dapat dilakukan melalui diskusi, berbagi pengalaman, atau saling bercerita antara siswa dan guru.
Selain menjaga keberlangsungan pendidikan, aktivitas tersebut juga dinilai penting sebagai bagian dari upaya pemulihan psikologis atau trauma healing bagi siswa korban bencana.
“Yang utama anak-anak bisa melupakan trauma dan kepedihan akibat bencana, sekaligus tetap berinteraksi dengan teman-temannya,” ujarnya.
Murthalamuddin menambahkan peran guru dalam situasi pascabencana adalah memfasilitasi kegiatan positif di sekolah serta memastikan anak-anak tidak melakukan tindakan negatif.
Ia mengingatkan kondisi emosional siswa korban bencana cenderung belum stabil sehingga membutuhkan kesabaran dan perhatian lebih dari para pendidik.
“Guru harus memahami kondisi emosional anak-anak dan menjaga mereka selama berada di sekolah,” kata dia.
Murthalamuddin menegaskan siswa tidak boleh dibiarkan berkeliaran tanpa aktivitas di lingkungan sekolah.
Ia menyebut meski sarana belajar belum sepenuhnya tersedia, sekolah tetap harus memastikan anak-anak mengikuti kegiatan yang terarah dan positif di bawah pendampingan guru, sehingga proses pembelajaran tetap berjalan dalam suasana aman dan kondusif.
“Intinya, jangan sampai anak-anak kehilangan proses pembelajaran. Yang penting ada kegiatan positif di ruang kelas dan di sekolah,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




