ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gubernur NTT Bantu Bangun Rumah untuk Keluarga Bocah SD Bunuh Diri

Jumat, 13 Februari 2026 | 21:08 WIB
AH
IC
Penulis: Andrea Arshirena Hosana | Editor: CAH
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena di kantor B-Universe, Tokyo Riverside PIK 2, pada Jumat 13 Februari 2026.
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena di kantor B-Universe, Tokyo Riverside PIK 2, pada Jumat 13 Februari 2026. (Beritasatu.com/Andrea Hosana)

Tigaraksa, Beritasatu.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT akan membantu membangun rumah untuk keluarga YBR (10), anak SD yang bunuh diri di Kabupaten Ngada, NTT. Ia menyebut akan membangun rumah yang layak untuk keluarga YBR.

“Ke depannya kami sudah berencana untuk membangun rumah untuk oma dari anak YBR yang di kampung, bisa dibangunkan rumah yang lebih layak untuk keluarga tersebut,” kata Emanuel kepada Beritasatu.com di kantor B-Universe, Tokyo Riverside PIK 2, pada Jumat (13/2/2026). 

Ia juga menyebut hingga saat ini keluarga korban terus didampingi oleh Pemerintah Kabupaten Ngada. 

ADVERTISEMENT

Selanjutnya, Emanuel menyebut pihaknya telah menggelar rapat untuk memastikan data kemiskinan benar-benar bersih. Dengan demikian masyarakat yang benar-benar miskin bisa mendapat bantuan. 

“Kami ingin pastikan juga bantuan sosial dari pemerintah, juga dari semua pihak-pihak terkait lain yang memang sering memberikan bantuan juga buat orang-orang yang susah di NTT,  betul-betul sampai pada pihak atau orang yang memang sangat membutuhkan,” ungkapnya.

Ia menegaskan akan memproses siapa pun yang bermain-main dengan data kemiskinan, menerima dana ataupun bantuan yang bukan haknya.

“Kita ingin pastikan bahwa semua orang yang bekerja untuk memasukkan ataupun melakukan kerja kemiskinan kerja dengan benar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepolisian Resor (Polres) Ngada menghentikan penyelidikan kasus kematian tidak wajar yang menimpa YBR. Kapolres Ngada AKBP Andrey Valentino menjelaskan, keputusan penghentian kasus diambil setelah melalui rangkaian penyelidikan mendalam, pemeriksaan sejumlah saksi, serta gelar perkara.

"Dari serangkaian kegiatan penyelidikan yang kami lakukan, termasuk pemeriksaan berbagai saksi dan fakta-fakta di lapangan, hasilnya tidak dapat kami naikkan ke tahap penyidikan," ujar AKBP Andrey Valentino kepada wartawan di Mapolres Ngada, Kamis (12/2/2026).

Disclaimer peringatan bunuh diri

Bunuh diri bisa terjadi saat seseorang mengalami depresi dan tidak ada orang yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada. Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak laman Into the Light Indonesia di alamat https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT