Bener Meriah Butuh Gudang Bulog untuk Mitigasi Bencana
Minggu, 22 Februari 2026 | 06:56 WIB
Simpang Tiga Redelong, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Aceh, berharap dibangun gudang Bulog di wilayah tersebut untuk memperkuat stok beras sebagai bagian dari mitigasi bencana.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah, Riswandika Putra mengatakan, bencana yang melanda Sumatera memberikan banyak pelajaran, terutama terkait terputusnya akses transportasi dan sulitnya distribusi logistik, khususnya beras.
Menurutnya, hingga saat ini Bener Meriah belum memiliki gudang Bulog sebagai fasilitas penyimpanan cadangan pangan pemerintah. Kondisi tersebut dinilai berisiko apabila terjadi bencana yang menyebabkan akses distribusi terhambat.
"Jadi, harapannya bisa membangun gudang Bulog di Bener Meriah untuk stok beras kalau daerah menghadapi bencana. Akses jalan untuk mitigasi bencana, dan lain-lain ini harus cepat kami laksanakan," kata dia, dikutip dari Antara, Minggu (22/2/2026).
Riswandika menegaskan, Kabupaten Bener Meriah merupakan salah satu daerah rawan bencana di Aceh. Selain terdampak banjir, wilayah ini juga berada di sekitar Gunung Burni Telong yang merupakan gunung api aktif.
Dalam beberapa bulan terakhir, status Gunung Burni Telong meningkat dari level II (waspada) menjadi level III (siaga). Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam menyiapkan skenario mitigasi.
"Mengingat ada prediksi mitigasinya itu 100 tahun, ini vakumnya Gunung Burni Telong. Ini juga menjadi catatan penting bagi kami masyarakat di Bener Meriah," ungkapnya.
Ia menyebutkan terdapat sekitar 24 desa yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) dan berpotensi terdampak langsung jika terjadi erupsi. Jumlah warga yang harus dievakuasi diperkirakan mencapai lebih dari 28.000 jiwa.
"Mulai dari KRB yang ada, kawasan rawan bencana itu ada sekitar 24 desa yang memang terdampak langsung, hitung-hitungannya. Dan ada sekitar 28.000 lebih masyarakat yang wajib kami ungsikan apabila ini terjadi (letusan Gunung Burni Telong)," imbuhnya.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu (21/2/2026), Bener Meriah juga masih terdampak banjir Sumatera dengan total 4.025 jiwa masih mengungsi.
Selain itu, tercatat 1.648 ruas jalan umum mengalami kerusakan, 649 jembatan terdampak, serta 59 fasilitas pendidikan rusak. Untuk kerusakan rumah, sebanyak 1.411 unit terdampak, terdiri atas 854 rumah rusak berat, 186 rusak sedang, dan 371 rusak ringan.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah berharap pembangunan gudang Bulog dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus memastikan ketersediaan beras saat terjadi bencana.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




