ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ciri Varian Delta: CT Value Rendah dan Lebih Cepat Sembuh

Jumat, 9 Juli 2021 | 18:17 WIB
MB
B
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: B1
Warga mengikuti tes swab PCR yang diselenggarakan Dinkes Kota Depok di Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Selasa 26 Januari 2021.
Warga mengikuti tes swab PCR yang diselenggarakan Dinkes Kota Depok di Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, Selasa 26 Januari 2021. (SP/Joanito De Saojoao.)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kasus Covid-19 yang disebabkan oleh varian Delta memiliki 2 ciri utama. Pertama, kasus varian Delta memiliki hasil cycle threshold (CT value) lebih rendah. Kedua, masa aktifnya lebih cepat.

Artinya, Covid-19 yang disebabkan varian Delta akan lebih parah gejalanya tetapi pasien lebih cepat sembuh.

"Jadi sembuhnya lebih cepat tapi meningkat keparahannya pun lebih cepat sehingga intervensi terapi atau perawatan di rumah sakit berbeda," kata Menkes Budi pada konferensi pers tentang "Penerapan PPKM Darurat di Luar Jawa Bali", Jumat (9/7/2021).

Menkes menyebutkan, dengan mengetahui ciri khusus varian Delta, maka Kemkes telah melakukan simulasi menggunakan CT value tanpa melakukan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS). Pasalnya, pemeriksaan WGS memerlukan waktu cukup lama.

ADVERTISEMENT

Khusus untuk perbandingan CT value, Menkes mengatakan, Kemkes melihat CT value kasus Covid-19 di beberapa provinsi. Salah satunya, Sumatera Barat. Terlihat, data hasil CT value pada minggu pertama Desember 2020, rata-rata angkanya yang paling kecil diterima pasien adalah 12,15. Adapun orang dengan jumlah CT value terendah dibawah 20 ada 38,7%.

Sedangkan pada akhir Juni 2021, CT value mencapai 8,22. Sementara khusus daerah dengan dominasi varian Delta seperti DKI Jakarta, Kudus, dan Bangkalan, CT value di bawah angka 10, yakni 0,95. Pasien dengan CT value di bawah 20 ini ada 81,2%.

"Menggunakan komparasi seperti ini, kita bisa menduga bahwa daerah-daerah yang rata-rata CT value-nya minimal rendah, itu kemungkinan sudah dimasuki varian Delta sehingga kita bisa melakukan persiapan-persiapan yang lebih baik," ucapnya.

Menkes menyebutkan, persiapan ini dalam rangka mengantisipasi penyebaran varian Delta yang lebih cepat penularannya, sehingga tata perawatan di rumah sakit dan agresivitas untuk melakukan testing harus ditingkatkan.

Oleh karena itu, Menkes mengatakan, ke depannya setiap uji polymerase chain reaction (PCR), CT value harus dimasukkan ke sistem agar data tersebut bisa digunakan untuk mengantisipasi daerah-daerah yang berpotensi terhadap penyebaran varian Delta.

"Kita mulai Senin (12/7/2021) akan mulai roll out ke seluruh provinsi termasuk yang di luar Jawa," pungkasnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT